harapanrakyat.com,- Miris, akses jalan di objek wisata Pangandaran, Jawa Barat, rusak parah. Hal ini dikeluhkan para wisatawan yang tengah berlibur.
Pantauan HR Online, di pantai Barat Pangandaran sejumlah ruas jalan banyak yang berlubang.
Wisatawan yang beraktivitas baik jalan-jalan, baik kaki atau menggunakan ATV, mengeluhkan kondisi tersebut.
Mereka merasa terganggu saat berkendara, karena harus menghindar dari jalan berlubang.
Salah satu titik jalan yang rusak tepat berada di depan hotel Laut Biru hingga kantor Balawista Pangandaran. Kemudian dari arah play over hingga depan hotel Krisna.
Baca juga: PHRI Harap PorprovXIV Jabar di Pangandaran Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Zulfi wisatawan asal Tasikmalaya mengeluhkan kondisi jalan rusak di lokasi wisata Pangandaran.
Kata dia, seharusnya, infrastruktur wisata menjadi prioritas pembangunan.
“Akses umum apalagi di tempat wisata harusnya bagus,” ujar Zulfi Sabtu (5/11/2022).
Jalan yang rusak kata Zulfi, bisa menjadi penyebab kemacetan. Pasalnya, banyak pengendara yang berusaha menghindari jalan berlubang yang posisinya berada di tengah.
Kalo lagi rame pasti bakalan bikin macet wisatawan yang masuk apalagi jika jalan berlubang pasti banyak yang menghindar.
“Harapannya, akses jalan di lokasi wisata ini bisa segera diperbaiki, agar wisatawan bisa nyaman berlibur di Pangandaran,” ucapnya.
Sementara itu, Cecep warga Pangandaran menyebut, jalan yang rusak di objek wisata Pantai Pangandaran sudah berlangsung lama.
Ia pun meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan. “Ini adalah wajah pariwisata, jadi jalan yang rusak harus segera diperbaiki,” kata Cecep.
Di tempat terpisah, Tonton Guntari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, membenarkan sejumlah ruas jalan di lokasi wisata Pangandaran rusak.
Ia pun sudah mengusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum untuk pemeliharaan jalan. “Tapi tak kunjung diperbaiki juga,” ungkapnya.
Jalan yang mengalami rusak parah lanjut Tonton, berada di depan Villa Kuda. “Banyak wisatawan yang terjatuh di sana,” pungkasnya. (Ceng2/R8/HR Online/Editor Jujang)