Kisah Semut dan Nabi Ibrahim juga menjadi inspirasi untuk umat muslim. Kisah keteladanan nabi tersebut bagi beberapa orang yang baru pertama kali mendengarkan mungkin tidak percaya jika Nabi Ibrahim itu mempunyai kisah yang menginspirasi dengan hewan semut.
Apalagi informasi yang kita dapatkan mengenai kisah Nabi Ibrahim merupakan salah satu nabi ulul azmi.
Pasalnya nabi yang satu ini merupakan satu-satunya nabi yang dibakar tidak mempan. Lebih tepatnya, ibrahim terkenal dengan kisahnya bersama Raja Namrud yang kejam.
Seorang raja yang tidak mau mengikuti ajaran dari Nabi Ibrahim yang membawa ajaran Tauhid. Nabi Ibrahim merupakan nabi utusan Allah.
Dalam dakwahnya untuk mendapatkan pengikut yang mau beriman dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, bukanlah sesuatu yang mudah pada saat itu. Ibrahim juga harus berdakwah kepada kaumnya yang menyembah berhala.
Baca juga: Putra Nabi Nuh yang Durhaka, Kan’an Tak Mau Ikuti Ajaran Ayahnya
Padahal seperti yang sudah kita ketahui bahwa berhala yang mereka sembah adalah berhala yang mereka buat sendiri. Kemudian peralatan tersebut mereka anggap sebagai Tuhan.
Namun nyatanya tidaklah demikian. Kemampuan yang mereka miliki bisa membuat berhala, mereka dapat karena izin Allah tidak segala sesuatu yang terjadi di dunia ini merupakan kuasa Allah.
Kisah Semut dan Nabi Ibrahim yang Menginspirasi
Seperti penjelasan sebelumnya yang mengatakan dalam mendakwahkan agama Allah. Nabi Ibrahim juga mendapatkan tantangan dari kaumnya sendiri.
Belum lagi ia juga harus berhadapan dengan Raja Namrud yang kejam. Demi Islam, Nabi Ibrahim juga harus dibakar dalam keadaan hidup-hidup oleh raja kejam tersebut. Namun Tahukah Anda apa kaitan semut tersebut dengan kisahnya Nabi Ibrahim?
Baca juga: Keteladanan Nabi Ismail yang Taat Terhadap Perintah Allah dan Orangtua
Banyak orang yang sudah membaca sejarah Islam tentang kisah dari semut serta Nabi Ibrahim tersebut mengatakan, bahwa kita tersebut sangat menginspirasi bagi kehidupan.
Saat tubuh Nabi Ibrahim Alaihissalam terlempar ke dalam kobaran api yang panas dan besar yang sudah Namrud siapkan. Ternyata pada saat itu juga terdapat seekor semut yang ingin menolong nabi Allah.
Bukan hanya sebagai raja yang kejam, tetapi Namrud juga mengaku bahwa ia merupakan Tuhan dari Babil. Kabar akan dibakarnya Ibrahim sudah ia siarkan ke seluruh wilayah kekuasaannya.
Kenapa terdapat seekor semut dalam peristiwa Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud tersebut, sebab semut tersebut mendengarkan kabar yang sudah Raja Namrud siarkan ke seluruh wilayah kekuasaannya.
Tercengang
Tentunya kisah semut dan nabi Ibrahim tidak berhenti di situ saja. Mendengarkan kabar tersebut nyatanya membuat semut tercengang dan kaget.
Apalagi semut tersebut sudah melihat bahwa Nabi Ibrahim dengan tangan serta kaki yang sudah terikat. Setelah itu ia berusaha memutar otaknya. Seekor semut tersebut berpikir keras apa yang bisa ia lakukan untuk menolong Nabi Ibrahim.
Baca juga: Sarah Istri Nabi Ibrahim Paras dan Akhlak Cantik, Teladan Bagi Muslimah
Apa yang ia lihat dan pikirkan tersebut menyebabkan si semut bergegas mencari air guna memberikan pertolongan kepada Nabi Ibrahim. Semut tidak tega menyaksikan Nabi Ibrahim berada di atas kobaran api yang akan Raja Namrud nyalakan, nantinya.
Ketika peredaran membawa air tersebut si semut berjumpa dengan burung gagak. Lalu bagaimana kelanjutan kisah semua dan Nabi Ibrahim? Apakah burung gagak tersebut akan menjadi penghalangnya?
Pertemuan antara gagak dan semut menyebabkan terjadinya percakapan yang singkat. Gagak bertanya kepada semut, “Wahai semut kecil mau ke mana kamu?”
Mendengarkan pertanyaan tersebut sang semut pun menjawab, “Aku ingin mengambil setetes air untuk mematikan api yang membakar Nabi Ibrahim nabi Allah.”
Mendengarkan jawaban dari semut gagak tersebut mengatakan bahwa apa yang ia lakukan itu percuma. Gagak beranggapan bahwa setetes air yang ia bawa tidak akan bisa memadamkan kobaran api yang akan membakar Ibrahim.
Usaha Tak Menghianati Hasil
Semut tidak mau kalah dengan apa yang sudah gagak katakan. Seekor semut tersebut memberikan penjelasan kepada gagak meskipun yang aku bawa ini hanya setetes air dan mungkin tidak bisa memadamkan api Nabi Ibrahim.
“Setidaknya apa yang aku lakukan ini jelas aku berpihak kepada siapa. Perlu kamu ketahui, bahwa Aku bangga berada pada pihak yang benar karena memilih Nabi Ibrahim,” kata semut.
Di samping itu, dalam riwayat Abu Daud nomor 2490 artinya adalah sungguh Nabi SAW itu melarang untuk membunuh 4 hewan yakni lebah, semut, Burung Hud Hud, dan burung Shurad.
Ternyata Kisah Semut dan Nabi Ibrahim berbanding terbalik dengan cicak. Bagaimana maksudnya? Pasalnya justru cicak itu meniupkan api yang sedang membakar tubuh Nabi Ibrahim supaya semakin besar.
Mengetahui apa yang cicak lakukan. Terdapat seekor hewan yang bertanya dan menyatakan sebenarnya yang tidak lakukan merupakan perbuatan yang tidak akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan kecuali hanya sia-sia saja.
Namun tidak kembali menjelaskan setidaknya apa yang ia lakukan itu menegaskan ia berada pada pihak siapa. Itulah sebabnya kenapa dalam Islam kita dianjurkan untuk membunuh cicak.
Kisah semut dan Nabi Ibrahim mungkin hanya membawa setetes air. Tetapi, dalam sejarah Islam bukankah Nabi Ibrahim itu merupakan nabi yang tak mempan dibakar? Jadi, semut yang hanya membawa setetes air itu berhasil daripada usaha cicak yang justru meniup api supaya lebih besar dan berkobar untuk membakar Ibrahim. (Muhafid/R6/HR-Online)