harapanrakyat.com,- Ini merupakan kisah heroik seorang ibu korban gempa bumi Cianjur yang berhasil selamat. Ia rela pasang badan untuk melindungi sang buah hatinya dari reruntuhan bangunan akibat getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6.
Senin, 21 November 2022 sekitar pukul 13.20 WIB, Ai Akmaliah tengah berada di kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Saat itu juga, tiba-tiba bumi bergetar sangat besar yang membuat badannya bergoyang sangat hebat. Getaran dari gempa tersebut membuat sejumlah bangunan dan rumah runtuh.
Sebagai seorang ibu, dalam kondisi yang berbahaya maka naluri untuk melindungi dan menyelamatkan anaknya muncul.
Tanpa berpikir panjang, dari kamar mandi, ia pun langsung menuju ke kamar anaknya untuk ‘mengambil’ sang buah hatinya yang masih kecil sedang tidur.
Baca Juga: KPM BLT dan BBM di Kelurahan Ciamis Berikan Bantuan Korban Gempa Cianjur
Kemudian, sambil menggendong anaknya, Ai menuju ke kamar satunya lagi ngambil anaknya yang lagi sakit (Hidrosefalus).
Kisah Ai yang merupakan korban gempa bumi di Cianjur tidak sampai di situ. Namun saat sampai di kamar tersebut, sudah dalam keadaan tertimbun puing-puing. Ia kemudian pasang badan melindungi anaknya yang tengah sakit, agar tidak terkena reruntuhan puing-puing rumah.
“Orang lain pada keluar rumah, saya mah tidak keluar. Karena gak bisa ninggalin anak yang terbaring di kasur karena sakit,” tuturnya.
“Alhamdulillah keluarga saya selamat semuanya,” tambahnya saat ditemui HR Online di rumah kerabatnya di Taraju Tasikmalaya, Rabu (30/11/2022).
Kisah Pilu Korban Gempa Cianjur yang Ngungsi ke Tasikmalaya
Kini, ia bersama keluarganya dan 3 keluarga lainnya mengungsi ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Ai mengungsi ke rumah kerabatnya di Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga: Kisah Coco, Anjing Pelacak yang Bantu Tim SAR Temukan Korban Gempa Cianjur
Adapun 11 orang dari 4 keluarga yang mengungsi tersebut adalah berasal dari Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Mereka memilih tinggal sementara di Tasikmalaya, karena sampai saat ini masih trauma. Terlebih masih ada gempa susulan yang sudah terjadi ratusan kali.
“Kondisi rumah di Cianjur hancur. Jadi lebih aman tinggal sementara di sini dulu,” katanya sambil meneteskan air mata karena menceritakan kembali kisah sebagai korban gempa Cianjur.
Menurutnya, mengungsi di Taraju Tasikmalaya tidak tahu sampai kapan. “Mungkin sampai kondisi Cianjur kembali pulih,” ucapnya.
Ia berujar, bahwa memilih mengungsi di Tasikmalaya karena memang lebih aman dan nyaman. Selain itu, banyak yang peduli, dari mulai Polsek, Koramil, Desa dan pihak Kecamatan Taraju.
Terlebih, tidak sedikit dermawan yang memberikan sembako kepada para korban gempa bumi Cianjur.
Baca Juga: Label Donatur Korban Gempa Cianjur Dicopot, Ini Reaksi Gubernur Jabar
“Karena memang yang kita butuhkan saat ini adalah makanan dan pakaian,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian warga dan unsur TNI, Polri pemerintah setempat sangat peduli terhadap keluarganya. “Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih,” kata Ai.
Ia pun mengkisahkan saat mengungsi di tenda bersama para korban gempa bumi di Cianjur. Ketika mengungsi tersebut, masih terjadi gempa susulan. Sehingga, itu yang membuatnya takut dan trauma.
“Saya menangis, karena terharu di sini banyak orang peduli terhadap keluarga saya. Di balik bencana ini, banyak silaturahmi dengan Pak Kapolsek dan semuanya pokoknya. Saat ini saya merasa aman berada di sini,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)