Gerhana Matahari Hibrida adalah fenomena antariksa. Fenomena gerhana Matahari bernama Hibrida ini akan terjadi pada 2023 mendatang. Sebagai fenomena langit, tentunya banyak yang antusias menunggunya.
Sebuah gerhana merupakan fenomena yang cukup sering terjadi. Gerhana Matahari adalah salah satu yang dapat terjadi di Bumi.
Gerhana Matahari juga pastinya terdiri dari beberapa macam, salah satunya Hibrida. Apa sebenarnya gerhana Matahari ini?
Baca Juga: Gerhana Matahari dari Luar Angkasa Diabadikan NASA, Menakjubkan!
Fenomena Gerhana Matahari Hibrida
Andi Pangerang, Peneliti dari Pusat Sains Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) mengatakan bahwa Indonesia dapat menyaksikan salah satu fenomena alam di tahun depan.
Fenomena tersebut adalah gerhana Matahari yang bernama Hibrida. Gerhana langka ini ia perkirakan akan terjadi pada tahun 2023 mendatang.
Bagi masyarakat Indonesia sendiri, mungkin fenomena gerhana Matahari bukanlah hal yang asing.
Pada dasarnya gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan sedang berada di antara Bumi dan Matahari.
Hal itu kemudian menyebabkan terjadinya sebagian atau bahkan seluruh cahaya Matahari di langit menjadi tampak redup di Bumi.
Apa Itu Gerhana Hibrida?
Gerhana Matahari terdiri dari beberapa jenis, salah satunya yang bernama Hibrida ini. Gerhana ini merupakan gabungan antara Matahari total dan juga gerhana Matahari cincin.
Kemudian saat gerhana Hibrida ini berlangsung, maka akan terjadi suatu fase gerhana Matahari Total bersamaan dengan gerhana Matahari Cincin dalam satu waktu berurutan.
Andi Pangerang menjelaskan bahwa sebutan hibrida adalah karena dalam satu jalur gerhana, terdapat dua jenis, yaitu Total dan Cincin. Itulah kenapa, gerhana Matahari ini termasuk fenomena alam yang langka.
Baca Juga: Fakta Badai Matahari 14 April 2022, Mulai dari Dampak Hingga Penyebab!
Hanya Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia
Karena menjadi fenomena langka, maka gerhana Hibrida ini sangat dinanti-nantikan. Hanya saja, tidak semua wilayah melihat gerhana ini.
BRIN menyampaikan bahwa tanggal perkiraan gerhana ini akan terjadi adalah 20 April 2023. Ini juga bertepatan dengan konjungsi atau ijtimak di penghujung bulan Ramadhan 1444 Hijriah.
Tidak semua wilayah Indonesia akan mengalami gerhana Matahari ini. Nantinya, hanya sebagian wilayah Indonesia Timur yang akan mengalaminya.
Gerhana Hibrida akan melalui beberapa daerah di Maluku, yaitu Kepulauan Leti, Kepulauan Watubela, dan Kepulauan Damar. Selain itu, gerhana Hibrida juga akan melalui daerah Papua Barat dan Biak.
BRIN menambahkan bahwa Indonesia hanya dilalui oleh gerhana Matahari Total saja. Sedangkan jalur dari gerhana Matahari Cincin ini adalah perairan barat daya di Australia dan perairan di Pasifik Tengah.
Selain wilayah-wilayah tersebut, daerah lain hanya akan mengalami gerhana Matahari sebagian, khususnya wilayah paling barat Indonesia.
Baca Juga: Fakta Aurora Borealis, Cahaya Cantik yang Mengeluarkan Suara?
Tetapi, khusus untuk wilayah seperti Banda Aceh Sabang dan Aceh Besar tidak akan mengalami gerhana Matahari sebagian tersebut.
Jadi, bagi yang wilayahnya tidak mendapat gerhana Matahari Total dalam gerhana Matahari Hibrida ini tidak perlu kecewa. Sebab, wilayah Indonesia lainnya masih merasakan gerhana Matahari sebagian. (R10/HR-Online)