harapanrakyat.com,- SMKN 1 Pacet, Kabupaten Cianjur konsisten mengembangkan serta memasarkan aneka komoditas pertanian seperti holtikultura dalam mengantisipasi krisis global dengan memperkuat ketahanan pangan.
SMKN 1 Pacet ini masuk dalam lingkup Kantor Cadisdik Wilayah VI Jabar ini berhasil melahirkan inovasi produk olahan. Sehingga sekolah ini berhasil memberi bekal kompetensi para siswanya. Hal ini juga bisa menjadi sebuah role model konsep ketahanan pangan dalam dunia pendidikan.
Ancaman krisis global bisa saja berdampak pada krisis pangan menyusul adanya berbagai fenomena seperti Covid-19, perubahan iklim dan konflik Rusia dan Ukrania.
Kepala Sekolah SMKN 1 Pacet Ida Yuniati Surtika menuturkan pihaknya terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pertanian. Terlebih saat ini SMKN 1 Pacet sudah berstatus BLUD.
“Saat ini ada aneka tanaman holtikultura yang kami kembangkan. Termasuk produk olahan hasil pertanian,” ujarnya, Selasa (8/11/2022).
Ida menyebut pengembangan sektor pertanian ini juga untuk menarik minat kalangan muda terhadap pertanian. Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan pangan sangat penting sebagai bagian mendukung program pemerintah. Terlebih pertanian mampu bertahan dalam situasi seperti pandemi.
“Generasi muda tentunya harus tertarik dengan sekitar pertanian. Mengingat sektor pertanian cenderung tidak berpengaruh situasi apapun, termasuk sewaktu pandemi Covid-19,” ucapnya.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Sektor Pertanian, Jabar Maksimalkan Program Petani Milenial
SMKN 1 Pacet adalah 1 dari 35 SMK yang berstatus BLUD. Untuk itu, SMKN 1 Pacet bisa mengembangkan hingga memasarkan komoditi pertanian dan produk olahan. Saat ini, sekolah tersebut juga memiliki komoditas unggulan yakni paprika.
“Paprika ini jadi unggulan karena daerahnya cocok, memiliki ketinggian dan kontur tanah yang cukup. Ada juga sejumlah komoditas lainnya,” ungkapnya.
Sederet Inovasi SMKN 1 Pacet Selain Perkuat Ketahanan Pangan
SMKN 1 Pacet pun memiliki sejumlah inovasi seperti membuat produk olahan minuman tradisional yakni Bandrek Jempol, keripik jamur, keripik paru nabati dan lainnya.
Selain pertanian, SMKN 1 Pacet pun memiliki sejumlah konsentrasi keahlian. Mulai dari tata boga, perhotelan dan teknik komputer jaringan (TKJ). Seluruh konsentrasi keahlian tersebut menjadi Agro Eko Eduwisata (Agro Kalter).
BLUD SMKN 1 Pacet pun kini tengah mengelola hotel yang ada pada lingkungan sekolah. Ida pun menyebut mendapat dukungan penuh dari Cadisdik Wilayah VI Jabar untuk pengembangan BLUD.
Dinas Pendidikan Jabar Sebut Ketahanan Pangan Sektor Tangguh
Kadisdik Jabar Dedi Supandi menyebut omset produk pertanian, peternakan dan agriculture dari SMK BLUD bisa menjadi fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan untuk pengembangan sekolah sendiri.
“Ketahanan pangan jadi sektor tangguh pada saat pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Dedi menyakini, kehadiran BLUD ini menjadi harapan dan penggerak dalam meningkatkan ekonomi. Sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam berwirausaha.
Dedi mendorong kepada SMKN BLUD untuk terus berinovasi dan memiliki strategi penjualan yang tepat sasaran. Terutama dalam hal menjaga kepercayaan para pengguna jasa. Target ke depan, SMKN BLUD mampu menciptakan kemandirian para siswa.
“Ke depan tidak ada lagi siswa lulusan SMK kerja di pabrik. Namun harus mampu membuka peluang kerja sesuai pasar dan industri,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)