harapanrakyat.com,- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banjar, Jawa Barat, turut merespon rencana relokasi tahap 2 pedagang kaki lima (PKL) jalan Hamara Efendi yang akan dilakukan oleh pemerintah kota Banjar.
Ketua HIPMI Kota Banjar, Muhammad Eka Ersetya, mengatakan, pihaknya mendukung adanya penataan di kawasan tersebut karena penataan itu dapat berdampak positif pada peningkatan ekonomi.
Akan tetapi, ada beberapa pertimbangan yang menurutnya harus dilakukan dalam penataan kawasan jalan Hamara Efendi. Hal itu, mengingat penataan tersebut bukan hanya akan berdampak pada pedagang kaki lima (PKL).
Baca Juga: Sejumlah PKL Jalan Hamara Efendi Kota Banjar Tolak Relokasi Tahap 2
Tetapi juga, lanjutnya, akan berdampak terhadap suasana keramaian area pertokoan yang sudah mapan di kawasan tersebut. Sehingga harus dipertimbangkan dan dilakukan kajian yang matang.
“Bukan hanya berdampak pada pedagang. Toko yang sudah mapan di kawasan tersebut juga akan sedikit terganggu, omzet mereka bisa berkurang dan itu harus dipikirkan dan disiapkan sedemikian rupa,” kata Eka kepada HR Online, Senin (24/10/2022).
Meskipun begitu, pihaknya akan mendukung penataan kawasan tersebut. HIPMI Kota Banjar juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu para pedagang.
Termasuk membantu PKL supaya mereka yang sudah berjualan tidak mengalami penurunan omzet. Salah satu caranya dengan mengenalkan produk mereka ketika nantinya direlokasi ke jalan kantor pos.
Oleh sebab itu, Eka menyarankan pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mendiskusikan rencana penataan dan relokasi tersebut.
“Saran dari kami itu tugas besar untuk pemerintah terkait penataan di kawasan tersebut. Dan itu perlu didiskusikan dengan pemilik toko dan para pedagang untuk menyamakan persepsi,” katanya.
Kata Dishub Kota Banjar tentang Rencana Relokasi PKL Tahap 2
Terpisah, terkait dampak lalu lintas di tempat relokasi jalan kantor pos, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Banjar, Fera Mada Pratama, mengatakan, untuk kajian dampak lalu lintas memang belum ada dan itu dari OPD terkait yang mengusulkan.
Namun, dengan relokasi tersebut arus lalu lintas di kawasan jalan kantor pos menurutnya akan meningkat. Meskipun, intensitasnya tidak begitu padat seperti jalan Hamara Efendi yang memang menjadi kawasan pusat perdagangan.
“Untuk dampaknya jalan Hamara Efendi tingkat keramaiannya kemungkinan akan berkurang karena berpindah ke jalan kantor pos,” katanya.
“Tapi yang harus diperhitungkan juga oleh instansi terkait itu aspek keselamatan para pedagang mengingat di sana banyak lalu lintas pertokoan alat berat,” katanya menambahkan. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)