harapanrakyat.com,- Setelah mendapat perawatan intensif oleh dokter spesialis kejiwaan di RSJ dr Marzoeki Mahdi Bogor, Jawa Barat, puluhan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Kota Banjar kembali pulang.
Sebelumnya, puluhan pasien tersebut dievakuasi massal pada tanggal 29 September 2022 lalu di Pendopo Kota Banjar.
Baca Juga: Puluhan ODGJ di Kota Banjar Dievakuasi ke Bogor
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr. Andi Bastian, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Ika Rika mengatakan, 23 pasien tersebut kondisinya sudah mulai membaik.
“Hari ini ada 23 orang pasien yang pulang setelah mendapat perawatan di RSJ Marzoeki Mahdi. Kondisinya alhamdulillah membaik artinya bisa dirawat oleh keluarganya masing-masing,” kata Ika Rika, Rabu (19/10/2022).
Menurutnya, meskipun saat ini kondisinya sudah membaik, akan tetapi pasien orang dengan gangguan jiwa berbeda dengan pasien pada umumnya.
“Artinya pasien yang mengalami gangguan jiwa ini berbeda dengan pasien pada umumnya. Pasien seperti ini harus tetap kontrol lebih lanjut dan dukungan dari keluarga,” terangnya.
Ia menjelaskan, dukungan keluarga sangatlah penting bagi pasien gangguan jiwa. Hal itu juga akan mempercepat pemulihan kondisi kejiwaannya.
“Di keluarga dia harus sering diajak komunikasi, jangan dibiarkan sendiri atau malah dikucilkan. Contoh kecilnya mengingatkan untuk mandi, makan obat, hal seperti itu harus selalu diingatkan,” jelasnya.
Sementara itu, petugas program lintas sektor RSJ Marzoeki Mahdi, Iyep Yudiana menyampaikan, tingkat pemulihan masing-masing pasien itu berbeda tergantung latar belakang.
“Sebetulnya ada tiga faktor cepat atau lambat pemulihan kondisi pasien itu. Pertama tergantung berat atau ringannya penyakit, kedua tergantung berapa lamanya sakit, ketiga tergantung penanganannya,” katanya.
Sedangkan, untuk pasien ODGJ asal Kota Banjar tersebut persentase-nya berada pada 60 sampai 70 persen. Sehingga perawatan harus tetap dilanjutkan di rumah.
“Secara umum ada metode penanganan yang diberikan kepada pasien saat di rumah sakit, diantaranya bio, psiko, sosial, dan spiritual,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)