Proses pembentukan urine pada ginjal termasuk proses metabolisme tubuh. Urine akan mengalami proses pembentukan di dalam tubuh manusia, tepatnya pada ginjal. Nantinya manusia akan membuang urine ini dalam proses buang air kecil sehingga termasuk metabolisme.
Baca Juga: Sistem Ekskresi pada Manusia, Berikut Ini Organ dan Fungsinya!
Di dalam urine akan terdiri dari banyak zat-zat sisa yang tidak lagi tubuh butuhkan. Oleh karena itu, tubuh akan mengeluarkannya dari dalam.
Sisa zat tersebut akan keluar melalui sistem kemih manusia atau urinaria. Ketika urine tidak keluar, maka akan sangat berbahaya untuk tubuh karena dapat menyebarkan racun.
Proses Pembentukan Urine pada Ginjal Seperti Apa?
Urine atau yang juga terkenal sebagai air seni, kemih, atau air kencing adalah cairan sisa dalam tubuh.
Cairan urine akan keluar melalui saluran kemih di dalam proses urinasi. Manusia yang sehat pastinya akan memiliki siklus urine yang normal juga.
Di dalam urine terdapat berbagai zat sisa yang tidak lagi butuhkan. Zat sisa tersebut harus tubuh keluarkan karena mengandung racun yang dapat membahayakan.
Itulah kenapa, proses pembuangan urine ini termasuk ke dalam metabolisme tubuh manusia. Mengeluarkan urine sama pentingnya seperti mengeluarkan feses dari sisa pencernaan.
Di Mana Urine Terbentuk?
Pastinya untuk menjadi urine, maka cairan tersebut akan melalui beberapa proses di dalam organ yang bernama ginjal. Nantinya tubuh akan mengambil terlebih dahulu nutrisi dari cairan yang masuk ke dalam tubuh.
Setelah mengambil nutrisi tersebut, maka produk limbah akan tertinggal. Sehingga, sistem perkemihan inilah yang bertugas untuk menyaring dan mengeluarkan zat sisa tersebut.
Saluran ureter memiliki peran menghubungkan ginjal menuju kandung kemih setelah proses pembentukan urine pada ginjal selesai.
3 Langkah Proses Pembentukan Urine di Dalam Ginjal?
Di dalam tubuh, terdapat 3 langkah terbentuknya urine yang terjadi di dalam ginjal. Proses tersebut meliputi:
1. Penyaringan (Filtrasi)
Tahap pertama dalam proses pembentukan urine pada ginjal adalah penyaringan. Ginjal memiliki sekitar satu juta nefron yang menjadi tambah pembentukan urine.
Baca Juga: Struktur Ginjal dan Fungsinya sebagai Penyaring Darah
Dalam waktu tertentu, akan ada 2 persen darah yang melalui ginjal. Ini berfungsi sebagai penyaringan agar tubuh dapat mendapatkan keseimbangan cairan.
Filtrasi terletak pada bagian badan malphigi, yaitu Bowman dan glomerulus. Proses penyaringan melewati kapsula Bowman akan menghasilkan urine primer yang selanjutnya masuk ke dalam kapsul dan menghasilkan amonia.
2. Penyerapan Kembali (Reabsorpsi)
Proses pembentukan urine pada ginjal selanjutnya adalah reabsorpsi yang terdiri atas 43 galon berisi cairan melalui filtrasi sebelumnya. Sebagian besar cairan tersebut akan terserap kembali, hingga pada akhirnya akhirnya keluar dari tubuh.
Proses ini terjadi pada tubulus nefron, tubulus pengumpul, tubulus distal, dan lengkung Henle atau Loop of Henle. Glukosa, air, natrium, asam amino, dan nutrisi lainnya akan kembali ke dalam aliran darah kapiler di sekitar tubulus.
Kemudian akan terjadi proses osmosis, yaitu pergerakan air menuju konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi yang lebih tinggi sehingga menghasilkan urine sekunder.
3. Augmentasi (Sekresi)
Pada proses ini, produk atau zat akan langsung mengalir dari dalam darah kepada sekitar tubulus distal dan juga tubulus pengumpul.
Untuk menjaga proses keseimbangan pH atau asam dan basa di dalam tubuh, maka diperlukan proses pembuangan ion hidrogen melalui tahap sekresi.
Proses terjadinya sekresi ini dengan meningkatkan pembuangan produk sisa seperti kalium dan kalsium saat konsentrasinya tinggi.
Kemudian hal itu juga meningkatkan proses reabsorpsi dan mengurangi konsentrasi saat konsentrasinya rendah.
Baca Juga: Bagian Jantung dan Fungsinya dalam Sistem Peredaran Darah
Urine hasil proses ini akan mengalir dari bagian tengah ginjal menuju ureter dan akhirnya tersimpan ke dalam kandung kemih.
Bagaimana Ciri-ciri Urine Normal?
Perlu Anda ketahui bahwa tidak selamanya proses pembentukan urine pada ginjal akan menghasilkan urine normal. Urine bisa menjadi indikasi kondisi kesehatan tertentu jika tidak normal.
Ciri utama urine yang normal terlihat dari warnanya. Memang urine sangat bervariasi, mulai dari jernih hingga kuning tua, tergantung dengan pigmen urine yang bernama urokrom dan urobilin.
Warna urine akan dipengaruhi oleh asupan cairan yang masuk. Ciri urine yang normal adalah berwarna jernih hingga kuning muda.
Ketika urine berwarna kuning pekat hingga oranye, artinya tubuh kekurangan air putih. Di luar warna tersebut, maka bisa menjadi indikasi penyakit tertentu.
Itulah proses pembentukan urine pada ginjal sebelum akhirnya keluar. Apabila urine memiliki warna yang tidak biasa dan terasa nyeri saat proses mengeluarkannya, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. (R10/HR-Online)