Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita CiamisDampak Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe di Ciamis Menjerit

Dampak Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe di Ciamis Menjerit

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dampak harga kedelai yang terus naik, membuat perajin tahu di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menjerit. Pasalnya para perajin saat ini tidak bisa menaikan harga, sehingga otomatis pendapatannya pun menjadi berkurang. 

Salah satu perajin tahu di Dusun Cibodas, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Dede Ramlan mengatakan, harga kedelai saat ini Rp 13.200 per kilogramnya. Naiknya harga bahan baku tahu dan tempe tersebut sejak harga bahan bakar minyak (BBM) naik. 

“Sebelumnya Rp 12.800 per kilogram, jadi ada kenaikan setiap harinya. Selain harga kedelai, harga minyak juga ikut naik menjadi Rp 12.500 per kilogramnya, yang tadinya Rp 12.200 per kilogramnya,” katanya, Selasa (11/10/2022). 

Dede menjelaskan, untuk menyiasati dampak harga kedelai naik, pihaknya sampai saat ini tidak akan menaikan harga atau memperkecil ukuran. Akan tetapi, nanti kedepannya akan ada perubahan harga baru.

Sebab menurutnya, jika menaikkan harga dan memperkecil ukuran, maka yang ia takutkan adalah konsumen akan lari.

“Jadi saat ini kita bertahan di harga sebelumnya dengan ukuran yang sama. Namun kedepannya mungkin kita akan ada perubahan harga, jadi bukan kenaikan harga,” jelasnya.

Dede menduga, kenaikan harga kedelai ini dari dampak naiknya harga BBM. Karena setelah harga BBM naik, harga kedelai jadi ikut naik. 

Baca Juga: Harga Kacang Kedelai Naik, Pedagang Tahu di Banjar Akan Mogok Jualan

Meskipun harga kedelai saat ini naik, namun setiap harinya, pabrik tahu Dede tetap memproduksi sebanyak 300 kilogram. Jadi tidak ada tambahan ataupun pengurangan. 

“Kalau produksi kami tetap sama seperti hari-hari biasanya, yaitu 3 kuintal. Untuk pemasaran sendiri yaitu ke Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya dan Ciamis,” ucapnya.

Dede berharap, agar harga kedelai bisa kembali normal, supaya ada lagi pendapatan. Karena, dengan harga kedelai saat ini membuat pendapatannya menjadi berkurang. 

“Dampak harga kedelai naik tentu pendapatan jelas berkurang, karena kita tidak menaikan harga. Kami harap harga kedelai bisa turun lagi dan kembali normal,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...