Cincin debu raksasa tertangkap oleh kamera JWST. Setidaknya ada 17 cincin debu konsentris yang muncul dari bintang raksasa. Ini menjadi penampakan benda luar angkasa yang sangat menakjubkan.
JWST sendiri merupakan Teleskop Luar Angkasa James Webb. Teleskop Luar Angkasa James Webb merupakan teleskop luar angkasa tercanggih buatan manusia saat ini.
Ia sudah berulang kali menangkap penampakan memukau di luar angkasa. Terbarunya adalah cincin debu konsentris ini.
Baca Juga: Ledakan Bintang Micronova Baru Saja Teridentifikasi di Katai Putih
JWST Tangkap Penampakan Cincin Debu Raksasa
Kamera milik Teleskop Luar Angkasa James Webb atau JWST kembali menangkap objek yang sangat memukau. Kali ini teleskop tersebut berhasil mengabadikan cincin debu konsentris.
Menariknya, mereka tidak hanya menangkap satu cincin debu saja. Melainkan ada total 17 cincin debu di luar angkasa.
Cincin debu ini tampak menyerupai sidik jari kosmik dalam pengamatan Teleskop Luar Angkasa James Webb. Ini menjadi satu dari banyaknya hasil jepretan James Webb yang luar biasa.
Bagaimana Cincin Debu Konsentris Raksasa Ini Tercipta?
Tentu saja setelah mendapat gambar menakjubkan ini, para peneliti melakukan penelitian lanjutan mengenai keberadaan 17 cincin debu konsentris di luar angkasa ini.
Ternyata, formasi cincin debut ini tercipta karena terjadinya interaksi antara dua bintang raksasa. Kedua bintang itu juga memang sudah terkenal sebagai biner Wolf-Rayet 140 (WR140).
Bintang biner raksasa tersebut berjarak sekitar lebih dari 5.000 tahun cahaya dari Bumi. Cincin debu raksasa ini akan terbentuk setiap delapan tahun sekali. Ketika bintang-bintang melintas dekat satu sama lain di dalam orbit yang memanjang.
Selama pendekatan tersebut, angin Matahari akan berhembus hingga 1.864 mil per detik dari bintang-bintang yang bertabrakan. Sehingga, gas yang mengalir dari kedua bintang tersebut akhirnya terkompresi menjadi debu berbentuk cincin.
Baca Juga: Ledakan Bintang di Mataram, Fenomena Langka Spektakuler
Ukurannya Lebih Besar dari Tata Surya
Siapa sangka, 17 cincin debu di antara dua bintang biner ini memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan hingga melebihi Tata Surya. Cincin debu ini diproduksi selama 130 tahun.
Biner WR140 yang terdiri dari dua bintang Wolf-Rayet dan bintang supergiant berwarna biru yang jauh lebih besar, termasuk salah satu kelas bintang paling masif di alam semesta.
Bintang Wolf-Rayet sendiri lahir dengan massa 25 kali lebih besar dari Matahari. Wolf-Rayet merupakan bintang yang sudah mendekati akhir siklus kehidupan bintang.
Kemudian bintang Wolf-Rayet ini menghasilkan angin kencang yang mendorong sejumlah besar gas ke luar angkasa. Bintang dalam ini sepertinya telah kehilangan massa aslinya karena proses tersebut terjadi.
Saat karbon dan elemen berat Wolf-Rayet hembuskan ke luar angkasa, maka mereka akan dikompresi pada batang yang mana angin kedua bintang tersebut bertemu.
Baca Juga: Cluster Terbuka NGC 330, Hamburan Bintang di Awan Magellan Kecil
Rekan Webb di Pusat Teknologi Astronomi Inggris dan rekan penulis studi Dr Olivia Jones menyebut bahwa ini bukan hanya gambaran spektakuler.
Melainkan fenomena cincin debu raksasa ini mengungkapkan bukti baru mengenai debu kosmik dan bagaimana mereka dapat bertahan hidup di lingkungan luar angkasa yang keras. (R10/HR-Online)