Cara astronot mendapatkan oksigen jadi pertanyaan besar. Tentu ada cara tersendiri untuk astronot mendapatkan oksigen saat di luar angkasa. Mereka membuktikan bahwa hidup di luar angkasa sangat tidak mudah.
Hidup di luar angkasa dan Bumi sangatlah berbeda karena di sana tidak ada oksigen untuk bernapas. Bahkan gravitasi juga sangat kecil.
Oleh karena itu, astronot memiliki cara tersendiri untuk bisa mendapatkan oksigen agar bisa terus bernapas. Apa itu?
Baca Juga: Pangkalan Astronot di Bulan Menggunakan Material Urine
Ketahui Cara Astronot Mendapatkan Oksigen di Luar Angkasa!
Pernahkah Anda membayangkan rasanya hidup di luar angkasa? Hal itu sangat jauh berbeda dengan kehidupan di Bumi.
Mulai dari suasana hingga cara bertahan hidup di luar angkasa sangat berbeda dengan di Bumi. Seperti halnya cara bernapas.
Manusia dan makhluk hidup lainnya tidak akan bisa bernapas tanpa oksigen beberapa detik. Sedangkan konsentrasi oksigen yang rendah dapat membuat orang menjadi lelah dan pingsan.
Melalui Proses Elektrolisis
Selain kebutuhan pasokan oksigen dan juga penghilangan karbon dioksida, bahan kimia uap yang lainnya sangat berpotensi membahayakan apabila ternyata bersatu di udara dengan elemen lain.
Untuk mendapatkan oksigen dan menjaga tubuhnya, para astronot menggunakan elektrolisis air yang kemudian diikuti oleh oksigen yang mereka simpan.
Secara lebih spesifik, proses elektrolisis sebagai cara astronot mendapatkan oksigen ini merupakan bantuan dari listrik yang ada di panel surya Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS.
Panel surya tersebut akan mengubah sinar Matahari untuk menjadi tenaga atau energi. Salah satu hasilnya adalah listrik yang bukan berasal dari Bumi langsung.
Proses elektrolisis akan menghasilkan dua atom hidrogen dan juga satu atom oksigen di setiap molekul air. Aliran uap air tersebut akan membuat atom-atom di dalamnya terpisah dan bergabung kembali sebagai gas hidrogen dan juga oksigen.
Baca Juga: Kehidupan Astronot di Stasiun Luar Angkasa, Bisa Main Bisbol Hingga Fakta Makanannya
Sebagai Penghasil Air Minum Juga
Selain oksigen, tentu saja astronot juga sangat membutuhkan air minum. Hal itu agar tubuhnya tetap fit dan tidak lemas karena dehidrasi kekurangan pasokan air.
Proses elektrolisis ini juga menghasilkan air minum untuk para astronot. Air akan terbuat dari atom oksigen dan juga hidrogen yang terikat secara bersamaan.
Sisa hidrogen yang tergabung dengan karbon dioksida hasastronotil hembusan dari astronot dan kosmonot, maka dapat menghasilkan metana dan air. Dengan demikian, akan semakin banyak air untuk mereka.
Pada akhirnya, air minum murni astronot juga dapat hadir dari limbah, keringat, dan bahkan air seni astronot.
Sebenarnya proses pemecahan air yang astronot lakukan ini terbilang sama dengan oksigen yang manusia hirup di Bumi. Namun, proses di luar angkasa bukanlah proses mekanis.
Baca Juga: Bahan Baju Astronot Tidak Biasa, Ini Fungsi dan Sejarah Penemuannya!
Di Bumi hanya akan mengandalkan tumbuhan, alga, cyanobacteria, hingga fitoplankton yang semua akan memecah molekul air sebagai bagian dari fotosintesis.
Sedangkan cara astronot mendapatkan oksigen di luar angkasa harus melalui beberapa proses menggunakan sistem kimia-mekanik, begitu juga dengan menghasilkan air. (R10/HR-Online)