Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Widya Erti Indonesia bangkitkan generasi muda Pangandaran untuk melirik peluang usaha gula kelapa merah. Apalagi potensinya bisa menghasilkan Rp 4,5 juta dari 30 pohon kelapa.
Pengawas dan Konsultan Teknis Widya Erti Indonesia Nanang Budianto mengatakan, melalui Sekolah Lapang Kelapa Nira (SLKN) yang berlangsung di Pangandaran tiada lain untuk membangkitkan para penderes kelapa.
Apalagi, kata Nanang, generasi muda di bawah 40 tahun di bidang ini masih di angka 30 persen, sedangkan sisanya adalah penderes di atas 40 tahun.
Menurutnya, ini sangat bahaya ketika tidak ada lagi kebanggan profesi penderes kelapa. Apalagi ini sangat erat dengan keberlangsungan ke depannya.
“Makanya lewat strategi SLKN ini kita bangkitkan rasa bangga sebagai penderes kelapa. Biasanya kan orang berpikir ke penderesnya saja, padahal di dalamnya kita bisa memaksimalkan potensinya,” ujarnya, Rabu (15/9/22).
Baca juga: Ratusan Petani Kelapa Pangandaran Lulus SLKN, Produktivitasnya Meningkat
Ia pun mengungkapkan, dari 30 pohon kelapa pihaknya menghitung penghasilannya bisa mencapai Rp 4,5 juta per bulan.
Meski di atas UMR Pangandaran, namun karena nilai sosial rendah sehingga masih banyak yang enggan melakukannya.
“Modal sosial industri kelapa di Pangandaran sudah teruji. Satu abad lebih rantai pasokan stabil dengan adanya kerjasama antara SJA dengan pengepul-pengepul besar lainnya,” kata Nanang.
Lantaran rantai pasokan industri gula kelapa ini potensinya besar, Nanang mengajak untuk bersama-sama memperbaiki standard proses produksinya.
Apalagi, ujarnya, usaha di bidang ini menjanjikan, seperti gula kelapa, batok, kopra, serabut bisa jadi cocopeat dan lainnya. Terlebih seluruh bagian kelapa memiliki nilai jual.
“Syukur kalau ada pemasukan alternatif lain bagi penderes kelapa, itu kuncinya,” pungkas Nanang. (Mad/R6/HR-Online)