Wewangian yang disukai Rasulullah juga menjadi salah satu sunnah yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nyatanya adanya wewangian dalam kehidupan sehari-hari itu juga sangat penting, apalagi seperti yang Rasulullah sukai. Peranan parfum tidak hanya untuk kaum laki-laki, melainkan juga perempuan, namun penggunaannya harus sesuai ajaran Islam.
Kendati demikian, agama Islam mempunyai keistimewaan tersendiri untuk perempuan yang menggunakan parfum. Lebih tepatnya Islam itu memberikan aturan tersendiri untuk kaum wanita yang menggunakan wewangian.
Ternyata parfum itu juga sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Ia menggunakan wewangian ketika pergi sholat. Terlebih lagi ketika melaksanakan sholat Jumat serta memberikan nasehat untuk para sahabat.
Menggunakan parfum itu juga termasuk salah satu cara untuk menjaga kebersihan serta kerapian. Agama Islam menganjurkan untuk kaum laki-laki menggunakan wewangian yang semerbak harumnya namun warnanya itu tidak nampak.
Lalu keistimewaan yang seperti apa yang kaum perempuan dapatkan? Islam dengan sempurna yang mengatur bahwa perempuan itu boleh menggunakan wewangian ketika berada di depan suami saja. Kemudian tidak menganjurkan menggunakan parfum ketika keluar rumah.
Baca juga: Cara Rasulullah Memuliakan Istrinya, Teladan Utama untuk Kita Semua
Wewangian yang Disukai Rasulullah Seperti Apa?
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai parfum apa saja yang Baginda Nabi sukai, tidak ada salahnya jika kita juga mengetahui mengenai bagaimana sejarah wewangian dalam Islam itu?
Perlu Anda ketahui bahwa pada abad ke-6 Nabi Muhammad SAW menganjurkan muslim guna memakai wewangian ketika hendak melaksanakan sholat Jumat. Seiring berjalannya waktu parfum tersebut dalam kehidupan sehari-hari banyak yang menggunakannya.
Tak hanya itu saja sejarahnya, pasalnya parfum juga sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Bahkan menurut perkiraan parfum sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu.
Lebih tepatnya penggunaan wewangian itu mulai saat peradaban kuno Mesopotamia. Awal mula penggunaan wewangian tersebut mempunyai tujuan untuk menunjukan kemewahan di kalangan bangsawan.
Parfum itu berasal dari kata per fume. Artinya adalah proses melewati destilasi. Di samping itu, ternyata wewangian juga berada di kerajaan Mesir kuno. Mereka mempopulerkan pengemasan parfum dalam botol sekitar 1000 tahun sebelum Masehi.
Lantas pengemasan tersebut oleh ilmuwan dari jazirah Arab kembangkan, kemudian menyebarkan ke penjuru dunia.
Baca juga: Sunnah Memakai Cincin Seperti Nabi SAW, Berikut Penjelasannya
Aroma Kesukaan
Tetapi jika berbicara mengenai wewangian yang Rasulullah SAW sukai kira-kira seperti apa ya? Apakah parfum yang terjual di pasaran seperti saat ini juga termasuk wewangian yang Rasulullah sukai? Ketahuilah bahwa Nabi Muhammad SAW itu tidak pernah menolak siapapun yang ingin memberikan parfum kepadanya.
Lebih penting lagi wewangian yang disukai Rasulullah adalah aroma Amber dan Musk. Aroma yang harum merupakan kebiasaan yang baik dalam kehidupan Rasulullah.
Seperti penjelasan sebelumnya yang menyatakan bahwa kemanapun Baginda Nabi pergi selalu menggunakan parfum. Dengan demikian itu Rasulullah tidak suka pergi keluar tanpa memakai sedikit wewangiannya.
Biasanya istrinya yang akan menyemprotkan penggunaan parfum ke pakaian Nabi SAW. Salah satunya adalah Aisyah. Saat ia ingin pergi sholat ataupun ingin bertemu para sahabat, Aisyah mengatakan ketika menggunakan wewangian pada pakaian Nabi SAW tersebut menaruh banyak.
Sampai-sampai Aisyah berkata “Aku menaruh banyak parfum pada Rasulullah sejauh kamu bisa melihat kilau pada dahinya beserta berkati juga jenggot yang berkati”.
Baca juga: Kisah Rasulullah di Gua Hira, Tempat Mendapatkan Perintah Membaca
Musk dan Amber
Perihal wewangian yang disukai Rasulullah Muhammad Ibn Ali berkata, aku bertanya pada Aisyah, “Apakah Nabi SAW itu menggunakan parfum?”
Mengetahui akan pertanyaan tersebut Aisyah pun menjawab, “Benar sekali, yaitu parfum yang Baginda Nabi gunakan Musk dan Amber.”
Selain itu, dalam hadits riwayat Muslim meriwayatkan bahwa ia tidak pernah mencium amber ataupun musk seharum wewangian tubuh Rasulullah, serta tidak pernah menyentuh brokat ataupun sutra selembut tubuh Nabi SAW.
Aroma Musk merupakan wangi kasturi. Dalam hadits riwayat Bukhari menjelaskan bahwa siapapun yang mandi ketika hari Jumat, kemudian membersihkan dirinya sesuai dengan kemampuan juga menggunakan minyak rambut dan mengharumkan diri lalu ia berdoa, maka semua dosanya antara saat ini dan bulan terakhir akan diampuni.
Jadi guna menjaga kebersihan serta kenyamanan kita saat pergi, kita bisa mencontoh Nabi Muhammad SAW. Caranya dengan menggunakan wewangian yang disukai Rasulullah berarti kita juga mengamalkan sunnah-sunnahnya. (Muhafid/R6/HR-Online)