Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Iklan Rokok, Wanita sebagai Daya Tarik Penjualan

Sejarah Iklan Rokok, Wanita sebagai Daya Tarik Penjualan

Hingga saat ini sejarah industri rokok yang melibatkan produksi iklan di media massa belum banyak terungkap. Padahal dalam proses produksi iklan rokok terdapat eksploitasi figur kaum perempuan.

Eksploitasi figur wanita dalam iklan rokok, pertama kali terjadi pada tahun 1930. Zaman di mana pemerintahan kolonial Belanda sedang berjaya.

Tidak hanya ditandai sebagai model yang penuh dengan teka-teki, gambar perempuan yang ada dalam iklan rokok di surat kabar secara tidak langsung telah membangkitkan hasrat lelaki karena tampilannya yang minim pakaian.

Baca Juga: Kehidupan Tionghoa di Batavia, Dirikan Pabrik Arak Hingga Gula

Hal ini justru menjadi daya tarik industri rokok untuk memperoleh daya jual yang fantastis. Akan tetapi caranya mengeksploitasi wanita dengan gambar adalah yang menjadi masalah.

Adapun salah satu produk rokok yang menggunakan visualisasi model perempuan sebagai iklan rokoknya yaitu, mempunyai merk Majestic.

Berikut ini penjelasan mengenai sejarah iklan rokok yang menjual figur wanita sebagai daya tarik penjualan.

Sejarah Iklan Rokok di Jawa, Awalnya dengan Desain Sederhana

Selain menggunakan visualisasi model wanita, ternyata desain produk iklan rokok ini juga kerap tampil sederhana.

Kesannya tidak begitu menggugah pembeli apabila tidak ada gambar wanita di dalamnya. Sebab desain iklan mereka hanya menggunakan kata-kata persuasif dan efektif.

Menurut catatan Yuhana Setianingrum dalam Jurnal Lembaran Sejarah UGM berjudul “Kreativitas dalam Desain Iklan Rokok di Jawa (1930-1970)”, (Setianingrum, 2012: 56), desain sederhana lantaran tekad perusahaan rokok agar tidak terlalu mencolok.

Mencolok yang dimaksud yaitu, tidak butuh tenaga yang lebih kuat lagi untuk mengiklankan produk rokok, karena hanya dengan melihat visual wanita dalam gambar, rokok bisa dengan mudah dan cepat laris.

Tujuan awalnya agar lebih mudah ditangkap langsung oleh khalayak sasaran pembeli rokok. Alih-alih fokus pada kata-kata, para pembeli justru memperhatikan figur wanita yang menggoda dalam iklannya.

Baca Juga: Atom of Peace, Tekad Sukarno Kembangkan Nuklir di Indonesia

Adapun contoh iklan rokok yang mengandung kata-kata sederhana (persuasif dan efektif) antara lain bisa diperhatikan dalam nama merek. Seperti merek Baroe, Majestic, Pagi-pagi, Faroka, Bintang Timoer, dan lain sebagainya.

Perkembangan Iklan Rokok

Pada tahun 1950-an visualisasi model wanita dalam iklan rokok ternyata masih populer. Padahal zaman waktu itu sudah berkembang cukup jauh.

Nampaknya ini merupakan warisan budaya yang sebelumnya terserap dari orang-orang Belanda. Mereka terbiasa menggunakan figur wanita sebagai daya tarik untuk pembelian benda.

Meskipun demikian, pada tahun ini iklan rokok sepertinya mengalami perkembangan. Terutama dalam perkembangan sebagai media informatif untuk menawarkan suatu produk dengan cara yang sangat mudah.

Selain itu, produk iklan rokok yang memamerkan visualisasi wanita dalam iklannya memiliki fungsi lainnya sebagai media yang rutin menyampaikan ucapan hari raya, (Setianingrum, 2012: 76).

Hal ini merupakan cara perusahaan iklan tidak terkena dampak dari gambar wanita dalam liputan iklan rokok yang kontroversial.

Perusahaan media massa tersebut seolah ingin memperbaiki citra iklan rokok sebagai industri kreatif yang dekat dengan kaum lelaki dan wanita.

Memasuki tahun 1960an, iklan rokok semakin kreatif dengan menampilkan karakteristik gaya perupaan yang realis.

Tidak hanya mengandalkan sensasi hot dari figur wanita, pada tahun tersebut iklan rokok mulai mengubah produksinya menjadi iklan yang ramah dan bersifat edukatif.

Visualisasi Model Wanita dan Eksploitasi Gender

Visualisasi model wanita dalam iklan rokok di media tahun 1930-1950 merupakan bentuk dari adanya eksploitasi gender yang tak terkontrol.

Baca Juga: Sejarah Tukang Becak, Penyebab Ledakan Urbanisasi Jawa Tahun 1950-1970

Selain terlihat dari gambar yang ada dalam iklan, eksploitasi gender yang berkaitan dengan produk rokok juga tercermin dari mereknya bernama “Pranacitra Tobaco”. Pranacitra merupakan kisah cinta segitiga klasik dari mitos Roro Jongrang.

Saat itu kebanyakan figur wanita era kerajaan menjadi objek seksual para raja yang sedang berkuasa.

Dalam cerita Pranacitra juga dijelaskan bagaimana rokok menjadi barang yang bisa dihargai dengan mahal, karena telah dipercantik dengan olesan air liur Roro Mendut saat sebelum rokok yang terjual itu dilinting.

Cerita Roro Mendut yang menjual lintingan rokok dengan air liurnya sendiri, merupakan cerminan dari sebuah pola eksploitasi gender wanita.

Seolah-olah wanita hanya bisa menjadi pelayan laki-laki dalam segala hal pelayanan, termasuk melayani pembuatan rokok. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

harapanrakyat.com,- Tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang terletak di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Jawa Barat, terlihat tidak terawat. Rerumputan dan ilalang tumbuh liar,...
Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor di beberapa titik di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar,...
Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...