Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Saluran irigasi jebol, puluhan hektar sawah di Blok Bangga, Dusun Sudimara, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam tak bisa ditanami. Ironisnya, saluran yang jebol itu sudah berlangsung lama namun tak kunjung mendapat perbaikan.
Untuk mengantisipasi agar pemenuhan pasokan air ke areal persawahan tetap tercukupi, Mitra Cai kompak bergotong-royong melakukan perbaikan saluran irigasi yang jebol.
Ketua Kelompok Mitra Cai Desa Panawangan, Iwan Setiawan mengatakan, jebolnya saluran irigasi di Blok Bangga Dusun Sudimara sudah berlangsung lama.
Apabila tidak secepatnya mendapat penanganan, maka areal persawahan seluas kurang lebih 41 hektar itu tidak akan bisa petani tanami padi.
Sebab, luas areal persawahan tersebut pasokan airnya mengandalkan dari irigasi yang saat ini kondisinya rusak parah hingga jebol.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, para petani yang tergabung dalam kelompok Mitra Cai kompak memperbaikinya. Namun, upaya yang kita lakukan ini hanyalah sementara, sebelum ada bantuan anggaran dari pemerintah untuk perbaikannya,” kata Iwan, Jumat (23/09/2022).
Baca Juga : Tolong, Mak Elah Warga Panawangan Ciamis Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
Ia juga menyebutkan, pasokan air dari saluran irigasi tersebut bukan hanya untuk mengairi areal persawahan wilayah Dusun Sudimara saja. Tetapi dapat mengairi areal persawahan wilayah Desa Jagabaya, Bangunjaya, dan Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan.
“Apabila tidak secepatnya mendapatkan perbaikan, bukan hanya areal persawahan yang berada di wilayah Dusun Sudimara saja yang tidak bisa mendapatkan pasokan air. Namun areal persawahan di desa lainnya pun bisa terancam,” tandas Iwan.
Saluran Irigasi Jebol Butuh Perhatian Pemkab Ciamis
Kepala Desa Panawangan, Asep Mulyana menambahkan, saluran irigasi yang jebol itu berada di Blok Bangga, Dusun Sudimara, RT 07/03.
Pemerintah desa pun telah melaporkan jebolnya saluran irigasi kepada instansi terkait. Tapi sampai saat ini belum juga ada pertanda akan ada perbaikan.
“Semoga saja dalam waktu dekat Pemkab Ciamis melaluinya instansi terkaitnya dapat merealisasikan apa yang masyarakat harapkan. Sebab, kondisi irigasi sangat urgent sehingga perlu cepat dalam penanganannya,” pungkas Asep Mulyana. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)