Saham blue chip undervalued sangat menarik untuk dimiliki. Undervalued itu sendiri ialah saham blue chip yang tergolong murah. Untuk info saham lebih lengkapnya, Anda tinggal mengecek ulasan di bawah ini.
Baca Juga: Daftar Saham Konglomerasi di Indonesia Sebagai Tempat Investasi
Mengenal Saham Blue Chip Undervalued
Saham merupakan salah satu jenis investasi yang mampu memberikan keuntungan menjanjikan. Keuntungannya semakin menggiurkan apabila berinvestasi pada saham unggulan atau bisa terkenal dengan sebutan blue chip.
Namun, tak sedikit investor yang mengurungkan niatnya untuk investasi karena harganya tidak murah.
Menariknya, saat ini sudah banyak saham blue chip yang memiliki harga murah meriah. Kondisi ini disebut dengan istilah undervalued.
Dengan harga yang murah, tak heran apabila saham ini mencuri perhatian banyak investor.
Baca Juga: Jenis Saham Consumer Goods di Indonesia, Ini Rekomendasinya
Daftar Saham Undervalued
Bagi Anda yang tertarik ingin berinvestasi di saham blue chip undervalued, bisa simak apa saja daftarnya. Hal ini memungkinkan Anda untuk tak salah pilih. Adapun beberapa saham tersebut yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk memiliki PER 9,61 kali, PT Bank Tabungan Negara dengan 5,32 kali, dan PT Bank Negara Indonesia sebanyak 9,27 kali.
Tak hanya itu, saham undervalued juga berasal dari luar emiten bidang komoditas energi. Bahkan ada pula sejumlah saham undervalued dari komoditas energi. Pada umumnya, saham yang satu ini mempunyai PER (price to earning ratio) aktual dengan intensitas di bawah 10 kali.
Sebut saja PT Indika Energy Tbk dengan PER aktual sebanyak 2,79 kali, PT Adaro Energy Indonesia Tbk mencatatkan 3,58 kali, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mencapai 4,04 kali. Saham-saham tersebut memiliki harga murah dengan kualitas menjanjikan. Investor bisa menjadikannya pilihan.
Baca Juga: Tanda Saham Emiten Bermasalah dari BEI, Investor Harus Tahu
Ciri Saham Blue Chip
Untuk semakin menambah referensi Anda, pastikan juga tak melewatkan apa saja ciri saham blue chip undervalued. Dalam hal ini, saham blue chip memiliki nilai kapitalisasi yang besar.
Perusahaan yang termasuk dalam ciri saham blue chip ini biasanya mempunyai kapitalisasi lebih dari Rp 40 triliun.
Selain memiliki nilai kapitalisasi yang besar, ciri saham blue chip lainnya yaitu berkaitan dengan kinerja perusahaan.
Pada umumnya, saham blue chip dimiliki oleh perusahaan dengan kinerja keuangan solid. Perusahaan tersebut memiliki laba konsisten dengan rekam jejak selalu mengalami peningkatan.
Ciri selanjutnya yaitu saham blue chip ramai diperdagangkan. Bukan hanya untuk perorangan saja, melainkan juga lembaga. Maka dari itu, saham ini termasuk ke daftar bursa teraktif.
Beberapa ciri lainnya yaitu perusahaan memimpin dalam sektor industri. Selain itu, pembagian dividennya konsisten. Saham ini juga cocok untuk investasi dalam jangka panjang.
Jika Anda tertarik untuk berinvestasi saham, maka bisa jadikan beberapa saham di atas sebagai referensi. Saham blue chip undervalued bisa memberikan keuntungan optimal. Meski begitu, Anda tetap harus melakukannya dengan penuh pertimbangan dan berhati-hati. (R10/HR-Online)