Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita PangandaranRatusan Petani Kelapa Pangandaran Lulus SLKN, Produktivitasnya Meningkat

Ratusan Petani Kelapa Pangandaran Lulus SLKN, Produktivitasnya Meningkat

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ratusan petani kelapa di Pangandaran ikuti sekolah lapang kelapa nira (SLKN) kedua yang berlangsung sejak Januari-Juli 2022. Mereka semua mendapat sertifikat kelulusan ikut sekolah tersebut.

Sebelumnya, SLKN pertama juga berlangsung pada Juli-November 2021 lalu. Sementara peserta di SLKN kedua ini sebanyak 552 petani.

Kepala Dinas Pertanian Pangandaran Sutriaman mengatakan, pihaknya sangat mendukung SLKN tersebut dalam mendorong petani kelapa agar lebih meningkat produksinya.

Apalagi, kata Sutriaman, dalam SLKN ini mendapatkan dorongan hasil kolaborasi SJA, Unilever Indonesia dan Widia Erti.

“Kita harap dari sekolah ini bisa menarik minat petani muda. Apalagi kita mendukungnya, baik sisi fasilitas seperti keterampilan, permodalan, sarana dan prasarana agar mereka bergairah dan semangat lagi,” ujarnya, Rabu (15/9/22).

Baca juga: AGKP dan Unilever Indonesia Dorong Petani Gula Kelapa Pangandaran Miliki Jiwa Kewirausahaan

Sutriaman harap, dengan adanya pelatihan itu para penderes gula kelapa ini ke depan bisa lebih profesional, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Hal ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani.

Yayat, salah satu peserta SLKN mengaku sangat terbantu adanya sekolah tersebut. Sebab, ia jadi makin bertambah pengetahuannya, baik cara menambah penghasilan maupun pengolahannya.

“Bahkan mulai dari cara pemupukan, pemeliharaan hingga pemasaran kita dapat dalam SLKN ini. Apalagi hasil dari SLKN pertama hasilnya meningkat 20 persen,” ujarnya.

Yayat menambahkan, dari lahan seluas 250 bata dengan jumlah pohon kelapa 50 dan yang disadap 30 hasil niranya cukup stabil.

Ia mengungkapkan, sebelum ikut SLKN dari hasil nira per pohon bisa mencapai 3,5 ons gula. Sedangkan setelah ikut menjadi 4,5 ons hingga 5 ons per pohonnya.

“Padahal itu hanya menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang. Sementara pupuk kimia hanya merangsang saja dan pemberiannya 3 bulan sekali,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...