Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ketua Pokdarwis Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Ai Nurhidayat soroti pembangunan perkantoran, perumahan dan kampus di wilayahnya.
Ai menduga, pembangunan tersebut tidak disertai AMDAL yang jelas. Bahkan, rencana pembangunannya warga tidak tahu.
Sementara itu, kata Ai, di sekitar kawasan pembangunan tersebut terdapat begitu banyak mata air.
“Sehingga, saat ini warga butuh kepastian tentang saluran pembuangan limbah dan saluran pembuangan air saat hujan. Yang mengandalkan serapan tidak mungkin, karena sebagian terganti bangunan,” kata Ai, Jumat (2/9/22).
Baca juga: Sumber Mata Air di Pangandaran Terancam Pembangunan Masif di Pusat Kota Baru
Dari beberapa kasus, lanjutnya, warga meraskan dampak pembangunan, seperti aliran mata air yang keruh dan endapan karst yang sudah menyebar ke sawah.
Sehingga, ke depan menurutnya tidak mustahil ke depannya bakal muncul banyak genangan, bahkan banjir saat hujan.
Seharusnya, sambungnya, ketika ada suatu pembangunan harus ada perencanaan pengadaan air bersih untuk kebutuhan perkantoran, kampus dan perumahan. Sebab, kebutuhan air sangat besar.
“Misalnya dengan melakukan perencanaan pengadaan air oleh PDAM sebagai BUMD-nya Pemda Pangandaran,” ujarnya.
Saat ini, sumber air mengandalkan sumur bor di atas kawasan karst dan saluran sungai bawah tanah berongga atau gua.
Oleh karena itu, selain mengancam keselamatan dari erosi dan amblas, sumber air juga terancam.
Maka dari itu, ia menilai pembangunan tanpa AMDAL yang jelas ini di kemudian hari menjadi bom waktu, khususnya bagi warga lokal yang sudah sejak lama tinggal di sana.
“Pemerintah perlu komunikasi lagi soal dokumen AMDAL serta rencana antisipasi bencana maupun drainasenya,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)