Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- ASN dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Ciamis, Jawa Barat, melakukan inovasi dengan membuat Eco Enzyme dari limbah dapur, Jumat (16/9/2022).
Inovasi tersebut bertepatan dengan World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-bersih Sedunia. Jadi selain melakukan aksi bersih-bersih dan pungut sampah mereka juga turut membuat Eco Enzyme.
Eco Enzyme sendiri adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari gula merah, sisa buah atau sayuran serta air. Sementara untuk pembuatannya memakan waktu sekitar 3 bulan.
Cara Membuat Eco Enzyme dari Limbah Dapur ala DWP DKUKMP Ciamis
Ketua DWP DKUKMP Ciamis, Yati Nurhayati mengatakan, dalam pembuatan Eco Enzyme ini pihaknya dipandu oleh Relawan WCD Kabupaten Ciamis.
“Dalam proses pembuatan Eco Enzyme ini dari limbah dapur, seperti sisa sayuran/buah dan air serta gula. Jumlah atau takarannya juga harus sesuai aturan, seperti airnya harus berapa liter, dan sayurannya berapa kilogram serta gula jadi tidak asal,” katanya.
Nantinya, sambung Yati, Eco Enzyme ini akan disimpan di dalam wadah plastik yang tertutup selama 90 hari atau 3 bulan. Nantinya akan dipanen dan menghasilkan cairan serba guna.
“Ini dari bekas sayuran dan buah namun harus yang masih segar. Jangan yang sudah digoreng atau dikukus itu tidak bisa,” jelasnya.
Baca Juga: Keren! Abon Rajawali Ciamis Juara di UKM Pangan Award 2022
Lanjut Yati menambahkan, bahwa manfaat dari ampas Eco Enzyme ini bisa untuk kehidupan sehari-hari, kesehatan, air dan udara serta pertanian.
Seperti halnya untuk kebersihan, bisa untuk cairan untuk pembersih piring dan pel lantai. Selain itu juga bisa jadi hand sanitizer. Terus juga untuk skincare atau perawatan diri, serta juga bisa untuk pereda demam.
“Namun manfaat utamanya jadi tidak banyak sampah. Karena, biasanya kalau sisa sayuran atau buah itu kita selalu buang ke tong sampah. Namun karena kita sudah tahu Eco Enzyme, maka limbah dapur ini bisa kita gunakan lagi,” ujarnya.
WCD Bukan Kegiatan Seremonial Semata
Sementara itu, Kepala DKUKMP Ciamis, Asep Khalid Fajari mengatakan, peringatan WCD ini bukan hanya kegiatan seremonial semata saja. Akan tetapi, harus berlanjut di kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, bahwa memilah sampah itu harus betul-betul dilaksanakan. Karena saat ini sudah kritis terhadap masalah sampah.
Baca Juga: Pelaku UMKM di Ciamis Didorong untuk Go Digitalisasi
“Jadi dalam WCD ini juga bisa jadi pembelajaran. Seperti adanya pelatihan kepada DWP tentang pengelolaan sampah secara konvensional di rumah. Seperti tadi adanya pembuatan Eco Enzyme dari limbah dapur berupa sisa sayuran,” katanya.
Asep berharap, pelaksanaan WCD ini bisa berdampak terhadap kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Karena masyarakat juga perlu diberikan edukasi, bagaimana memilah sampah.
“Sehingga masyarakat juga punya tanggung jawab terhadap lingkungannya masing-masing,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor-Adi)