Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Rencana perbaikan Jembatan Baru (Jembar), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Banjar, Jawa Barat, masih menunggu hasil kajian teknis.
Kepala DPUTR Kota Banjar, Tommy Subagja, melalui Kasi. Perencanaan, Asep Dadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap kemiringan akibat 3 tiang pancang jembatan patah.
“Beberapa hari lalu kita sudah melakukan pengecekan kemiringan jembatan, dan sudah kita kirim ke Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur. Tapi hasil kajian teknisnya belum ada,” kata Asep Dadi, Selasa (27/09/2022).
Saat ini hanya kendaraan yang memiliki tinggi kurang dari 2,4 meter yang boleh melintasi Jembatan Baru. Tujuannya untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan.
Baca Juga : Jembatan Citanduy 1 Kota Banjar Dibuka Pekan Ini
“Sekarang kan sudah kita pasang portal pembatas ketinggian. Karena, jika kendaraan yang melebihi batas itu memaksa lewat, khawatir terjadi hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.
Asep Dadi menyebutkan, jumlah tiang pancang yang saat ini masih berdiri kokoh berjumlah 21 buah. Karena jumlah semuanya sebanyak 24 buah.
Dengan adanya hal itu tentunya berdampak pada pengerjaan perbaikan Jembatan Parungsari atau Callender Hamilton.
“Rencananya Jembatan Baru itu untuk pengalihan arus lalu lintas. Karena Jembatan Parungsari akan diperbaiki. Tapi sekarang ada kendala seperti ini, kemungkinan perbaikannya mundur,” jelasnya.
Sebelumnya perbaikan Jembatan Parungsari akan mulai awal bulan Oktober 2022 mendatang. Namun, kini rencana perbaikannya mundur, mengingat jalur alternatif pengalihan arus ke Jembatan Baru terkendala. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)