Penemuan bakteri penghasil listrik yang aneh. Bakteri penghasil listrik ini merupakan penemuan mencengangkan dari sekelompok ilmuwan. Hasil penemuan bakteri ini sangatah penting.
Sebab, bakteri adalah salah satu organisme alam bebas yang dapat bertambah kapan saja. Ketika bakteri penghasil listrik berhasil terdeteksi, maka bisa saja mereka akan menjadi sumber energi di masa depan.
Hal ini terdeteksi berkat penelitian baru dari sekelompok peneliti Yale University. Mereka menemukan aktivitas elektronik di dalam bakteri bernama biofilm dapat meningkat.
Baca Juga: Fase Pertumbuhan Bakteri, Apa Saja Itu? Yuk Simak di Sini!
Penemuan Bakteri Penghasil Listrik di Studi Terbaru
Bumi terdiri dari berbagai jenis organisme beragam bentuk. Salah satu organisme yang menjadi penghuni Bumi bahkan sejak lama adalah bakteri.
Apakah Anda tahu bahwa bakteri yang ada di alam bebas ini memiliki aktivitas yang tidak biasa. Mereka akan bernafas dengan cara menghembuskan elektron berlebih.
Elekton ini pada akhirnya menyebabkan adanya jaringan listrik intrinsik. Dalam sebuah studi terbaru, para peneliti yang berasal dari Yale University menemukan cara untuk meningkatkan aktivitas elektronik di dalam bakteri biofilm ini.
Baca Juga: Fungsi Membran Sel pada Bakteri, Berikut Ini Penjelasannya!
Cara Meningkatkan Konduktivitas Listrik di Dalam Bakteri
Para peneliti dari Yale University menemukan fakta baru, yaitu cara untuk meningkatkan konduktivitas listrik yang ada di dalam tubuh bakteri.
Dari hasil penelitian mereka, aktivitas elektronik bakteri biofilm semakin meningkat akibat keberadaan cahaya. Kondisi ini kemudian berhasil meningkatkan konduktivitas listrik hingga 100 kali lipat.
Peningkatan arus dramatis melalui kawat nano yang terpapar cahaya menunjukkan bahwa arus cahaya yang stabil dan kuat bertahan selama berjam-jam.
Dalam studi terbaru penemuan bakteri penghasil listrik yang dipimpin oleh Jens Neu dan Catherine Shipps, terdeteksi bahwa proses menghasilkan listrik ini mendapat dukungan dari proton dengan kandungan logam atau sitokrom OmcS.
Sitokrom OmcS tersebut kemudian membentuk sebuah kawat nano bakteri, yaitu merupakan alat yang bakteri gunakan untuk bernafas.
OMCs akan berperan sebagai fotokonduktor alami yang memfasilitasi transfer elektron secara efisien ketika bakteri biofilm terpapar cahaya.
Baca Juga: Cara Reproduksi Bakteri dan Keterkaitan Faktor yang Mempengaruhinya
Dapat Menjadi Potensi Bahan Bakar Baru
Penulis senior dalam penelitian ini, Nikhir Malvankar yang merupakan Profesor Biofisika dan Biokimia Molekuler di Microbial Science Institute on Yales West Campus mengatakan bahwa para ilmuwan kini tengah mencari cara untuk memanfaatkan penemuan ini.
Mereka masih mencari aplikasi yang bisa membantu mereka untuk menghilangkan limbah biohazard, juga menciptakan sumber bahan bakar baru terbarukan.
Jika berhasil, maka ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan alam karena mampu memerangi pemanasan global yang saat ini semakin parah.
Perlu Anda tahu bahwa ini bukan penemuan bakteri bermanfaat satu-satunya. Pada Agustus 2018 lalu tim ahli mikrobiologi dari Washington State University menemukan bakteri di Lake Geyser Basin yang dapat “menghirup listrik”.
Kemudian pada Juni 2022, tim peneliti dari Binghamton University menemukan cara untuk memberi daya pada biobatteries selama beberapa minggu dengan tiga jenis bakteri.
Adanya penemuan bakteri penghasil listrik ini memberikan banyak solusi dari berbagai masalah. Peneliti kini hanya perlu menemukan cara mengembangkannya ke arah yang benar. (R10/HR-Online)