Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Dosen Stikes Karsa Husada Garut berhasil membuat senyawa untuk perawatan dan pengobatan luka pada pasien penderita diabetes atau Ulkus Diabetik. Uniknya perawatan tersebut hanya dengan memanfaatkan bahan gula aren.
Ketua Tim pelaksana kegiatan Devi Ratnasari didampingi anggota Zahara Farhan bersama Apt Dani Sujana menjelaskan penelitian dalam menciptakan obat ini sudah dilakukan selama 2 tahun lebih.
“Selain hasil penelitian ini, kami juga langsung praktikan cara pengobatan terhadap pasien penderita Ulkus Diabetik atau penderita luka akibat penyakit diabetes. Hasilnya sangat luar biasa dapat membantu dalam penyembuhan dan mengeringkan luka tersebut,” ungkapnya, Senin (26/9/2022).
Zahra menjelaskan alasan memilih meneliti gula aren untuk obat perawatan. Awalnya, muncul ide meneliti kandungan gula sebagai salah satu penyebab penyakit diabetes.
Hasil penelitian, gula aren merupakan produk olahan dari pohon aren yang memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Sehingga, pihaknya pun memanfaatkan gula aren untuk perawatan penderita Ulkus Diabetik yang biasa diidap oleh penderita diabetes melitus tipe 2.
Baca Juga: Manfaat Gula Aren untuk Kesehatan dan Fungsinya
Salah satu kandungan zat yang berperan dalam proses perbaikan luka yang terkandung dalam gula aren yaitu vitamin C (ascorbic acid), riboflavin dan vitamin A. Zat riboflavin dapat membantu pembentukan sel darah merah dan menstimulasi pembentukan antibodi yang diproduksi sumsum tulang (bone marrow).
Sementara zat ascorbic acid yang terkandung dalam gula aren memiliki efek sebagai antibiotik. Mampu meningkatkan sistem kerja jaringan yang dapat melemahkan dan membunuh bakteri penyebab terjadinya infeksi pada luka.
“Intinya dengan hasil penelitian ini kami ingin mengaplikasikan dalam tugas pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan gula aren sebagai media perawatan luka pada penderita diabetes. Saat ini banyak penderita tidak tahu, karena mereka tahunya menggunakan obat kimia untuk metode penyembuhan,” jelasnya.
Proses Pengobatan Pasien Ulkus Diabetik dengan Manfaatkan Gula Aren
Untuk membuktikan hasil penelitian dan obat tersebut, pihaknya juga langsung mempraktikkan pengobatan kepada penderita warga garut dan Ciamis. Pada saat itu pasien Garut tersebut sudah mendapat vonis harus menjalani amputasi. Namun setelah 14 hari menjalani pengobatan memanfaatkan gula aren, lukanya berangsur membaik.
“hasilnya kita praktikkan pengobatan kepada pasien Ulkus Diabetik selama 14 hari dan hasilnya sangat luar biasa. Ternyata pasien yang tadinya sudah vonis untuk amputasi kini lukanya membaik setelah secara rutin menjalani pengobatan dan perawatan,” ungkapnya.
Proses pengobatannya, pihaknya terlebih dulu mengecek kandungan gula darah sewaktu. Kemudian mencuci luka dengan larutan desinfektan. Setelah itu pemberian media perawatan luka dengan gula aren yang sudah larut.
Dalam memberikan perawatan, pihaknya memperhatikan prinsip sterilisasi alat, bahan dan proses. Semua sesuai standar operasional prosedur (SOP) perawatan Ulkus Diabetik.
Kegiatan selanjutnya, tim pelaksana melakukan pendampingan pembuatan media perawatan luka kepada keluarga pasien. Nantinya perawatan terus bisa dilakukan secara terus menerus hingga luka sembuh. Gunakan bahan terbuat dari kain polyurethane laminate (kain kasa).
“Pengobatannya pun sangat mudah kain kasa yang sudah diberikan larutan gula aren hanya dikompreskan terhadap luka tersebut. Nantinya akan menyerap dan mengangkat sel-sel mati dalam luka pasien secara bersih. Sehingga pertumbuhan jaringan sel tidak terganggu,” katanya.
Tim pelaksana juga melakukan post tes guna mengukur keterampilan keluarga dalam kemampuan melakukan tindakan perawatan menggunakan media gula aren ini.
Memanfaatkan Gula Aren Bantu Penderita Ulkus Diabetik
Dengan ditemukannya cara pengobatan luka akibat penyakit diabetes ini, pihaknya berharap bisa membantu terhadap para penderita ulkus diabetik. Saat ini pengobatanya memang cukup mahal. Kalau salah penanganan luka malah tidak akan membaik dan membawa dampak buruk terhadap kesehatan tubuh penderita.
Zahra mengatakan, tim peneliti sendiri akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. Membantu masyarakat dalam cara mengobati luka penderita diabetes. Salah satunya saat ini dengan gula aren.
“Ke depan mudah-mudahan apa yang kami ciptakan ini banyak penderita yang bisa merawat luka dengan baik. Hingga sembuh tanpa harus menggunakan bahan kimia misalkan,” ucap ya.
Hasil penelitian dan kegiatan memanfaatkan gula aren untuk pasien Ulkus Diabetik ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi tenaga kesehatan. Khususnya dokter dan perawat dalam menggunakan media perawatan berbasis kearifan lokal dalam memanfaatkan gula aren. (Es/R9/HR-Online/Editor-Dadang)