Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Intensitas hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari kemarin, menyebabkan air sungai Citanduy di Kota Banjar, Jawa Barat, kembali meluap.
Oleh karena itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, mengimbau masyarakat yang berada di bantaran Sungai Citanduy untuk tetap waspada.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Kusnadi mengatakan, sampai saat ini kondisi air Sungai Citanduy masih terbilang cukup tinggi.
“Ketinggian masih di bawah luapan air yang terjadi pada hari Senin 12 September 2022 kemarin. Tapi kami mengimbau masyarakat harus tetap waspada,” kata Kusnadi, Sabtu (24/9/2022).
BPBD Kota Banjar Terus Pantau Sungai Citanduy yang Kembali Meluap
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan, tinggi muka air pada pukul 09.58 WIB berada di 306 centimeter dan debit air sebesar 528.29 meter kubik per detik.
“Tidak menutup kemungkinan, kondisi air saat ini akan terus meningkat lagi jika intensitas hujan di hulu tinggi,” terangnya.
Baca Juga: BBWS Citanduy Jawab Keresahan Masyarakat Kota Banjar Terkait Bendungan Leuwikeris
Lebih lanjut Kusnadi menambahkan, jika debit air terus meningkat, akan kembali berdampak terhadap masyarakat yang berada di sekitar bantaran Sungai Citanduy.
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari masyarakat yang terkena dampak luapan air sungai. Tapi bisa saja terjadi apabila di hulu terus terjadi hujan,” tambahnya.
Sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan tinggi muka air dan debit air yang datang dari hulu ke hilir. Hal tersebut untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk memantau debit air yang ada di Sungai Citanduy ini. Mudah-mudahan di hulu tidak terjadi hujan, sehingga air sungai Citanduy bisa kembali dengan kondisi normal atau tidak meluap,” ujarnya.
Baca Juga: Pohon Besar Hantam Tiang Pancang Jembatan Baru, BPBD Kota Banjar Lakukan Evakuasi
Sementara itu, Humas Bendungan Leuwikeris, Rahmat Syah mengatakan, meluapnya air Sungai Citanduy yang terjadi hari ini tidak ada kaitannya dengan Bendungan Leuwikeris.
“Tidak ada kaitannya. Pekerjaan kita bagian yang terdampak oleh tingginya debit air akibat cuaca ekstrim di hulu Sungai Citanduy,” katanya.
Selain itu, sambung Rahmat, tanggul inlet terowongan yang beberapa waktu lalu dikabarkan jebol kini sudah diperbaiki kembali.
“Alhamdulilah tidak ada masalah. Tanggul sementaranya sudah kita tinggikan juga,” pungkasnya. (Sandi/R5/HR-Online/Editor-Adi)