Keutamaan Bulan Safar penting untuk kita ketahui. Apalagi pada bulan tersebut dalam ajaran Islam sangat baik untuk melaksanakan berbagai kebaikan.
Shafar dalam bahasa arab berasal dari kata Shifr yang memiliki arti kosong. Nama bulan ini bukan tanpa sejarah, namun ada penyebab yang terjadi pada zaman dulu.
Orang arab pada zaman dahulu ketika memasuki bulan tersebut kerap mengosongkan rumah mereka. Hal itu karena mereka berangkat berperang.
Selain itu, di bulan-bulan tersebut pada zaman Rosulalloh SAW banyak sekali peristiwa peperangan serta kejadian lainnya.
Sementara itu, khusus di Indonesia di bulan safar, terutama pada rabu terakhir di bulan tersebut ada istilah rebo wekasan.
Pada hari tersebut mereka berdoa kepada Alloh SWT agar mendapatkan perlindungan dari segala bahaya dan musibah.
Baca juga: Keutamaan Bulan Dzulqa’dah, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah
Beberapa Keutamaan Bulan Safar
Bulan islam yang satu ini ternyata tidak hanya merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan berbagai ibadah dan meningkatkan keimanan kepada Alloh SWT.
Namun, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui agar kita bisa lebih memaksimalkan waktu untuk beribadah kepada Alloh SWT.
Hal itu tiada lain sebagai bentuk kewajiban kita sebagai makhluk yang diturunkan ke alam dunia ini untuk menyembah kepada Alloh SWT melalui ibadah.
Bulan Membuang Sial
Sebagaimana kisah orang arab zaman dahulu, mereka mempercayai di bulan tersebut adalah waktu yang penuh kesialan.
Karena hal itu, Nabi Muhammad SAW menegaskan tidak ada kesialan karena suatu penyakit, apalagi yang menular.
Apalagi karena kita sedang sial tidak jadi berbuat amal baik kepada sesama manusia maupun makhluk Tuhan.
Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Bukhari
Bulan Optimis
Dalam ajaran Islam, keuatamaan bulan safar selanjutnya adalah waktu dimana kita menolak sikap pesimistis.
Seperti halnya pada zaman jahiliyah, mereka justru banyak yang merasa pesimis di bulan Muharam.
Pasalnya, mereka banyak melakukan kemungkaran di bulan safar sebagai pengganti dari bulan Muharam.
Karena itu, seyogyanya kita sebagai umat Islam tidak patut untuk merasa pesimis di waktu-waktu tertentu, sehingga kita harus selalu optimis atas takdir yang ditentukan oleh Alloh SWT.
Baca juga: Keutamaan Tadarus Alquran di Bulan Ramadan, Tenang Pahala Berlipat
Bulan yang Cocok untuk Menikah
Selanjutnya, salah satu keutamaan bulan safar adalah waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan.
Rosulullah SAW juga mengajarkan kepada kita soal pelaksanaan pernikahan di bulan ini.
Dulu, Nabi Muhammad SAW menikahkan puterinya Sayyidah Fatimah RA dan Ali bin Abi Thalib di bulan safar di tahun kedua hijriyah.
Selain itu, berdasarkan riwayat juga menyebutkan jika Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khodijah pada bulan safar yang penuh kemuliaan ini.
Meski begitu, ada juga yang menyebut pernikahan beliau pada awal Rabiul Awal.
Dari penjelasan di atas, maka kita maksimalkan waktu untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.
Karena keutamaan bulan safar ini sangat besar dan sangat sesuai dengan ajaran Islam, makanya kita selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk sesama manusia maupun sebagai makhluk. (Muhafid/R6/HR-Online)