Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Ratusan massa aksi dari elemen masyarakat yang tergabung dalam Tasik Usik, mengepung Kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (09/09/2022). Aksi masyarakat tersebut untuk menyuarakan apa yang menjadi tuntutannya, yaitu menolak kenaikan harga BBM.
“Saya datang ke sini menolak kenaikan harga BBM karena sangat menyengsarakan kami sebagai rakyat kecil,” kata Nanang Nurjamil, penanggung jawab aksi demo Tasik Usik.
Dalam aksinya depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya itu, pihaknya mengirimkan surat penolakan harga BBM yang diserahkan kepada DPRD Kota Tasikmalaya, untuk kemudian menyampaikannya kepada Presiden RI dan Ketua DPR RI.
Baca Juga : Demo Tolak BBM Naik, Massa Sempat Gusur 45 Kursi DPRD Kota Tasikmalaya
“Isi suratnya, warga masyarakat Kota Tasikmalaya menolak kenaikan BBM dan juga menolak rancangan Undang-Undang RKUHP,” tegas Nanang.
Dalam orasinya Nanang juga mempertanyakan kenapa BBM harus naik dengan subsidi Rp 200 triliun. Sementara anggaran untuk proyek IKN mencapai Rp 446 triliun.
Kemudian, kata Nanang, DPR RI ikut memutuskan harga BBM naik. Sementara mereka korupsi sampai Rp 168 triliun.
“Ketua KPK menyatakan kebanyakan yang korupsi itu anggota DPR RI. Total uang rakyat yang mereka korupsi mencapai 168,18 triliun rupiah. Apakah perbuatan tersebut tidak biadab dan brengsek,” pungkasnya. (Apip/R3/HR-Online/Editor-Eva)