Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Sentra Kerajinan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sepi pembeli imbas kenaikan harga BBM. Apalagi kebanyakan para pelanggan datang dari luar kota.
Nanang Sutarman penjual kerajinan mengatakan, sebelum ada kenaikan BBM penjualan memang sempat menurun, ditambah sekarang kenaikan harga BBM makin sepi tidak ada yang pembeli.
“Kalau yang beli paling 2 orang dalam sehari, sedangkan untuk omset per minggunya 20 persenan paling, selain dijual di sini juga kita menjual ke tempat wisata, karena sudah ada langganan. Tetapi pelanggan itu sampai hari ini belum ada yang datang untuk membeli,” katanya, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Serbu Depot Pertamina di Tasikmalaya
Menurutnya, harga suplai dari pengrajin ada yang sudah naik, sehingga terpaksa para penjual pun menaikkan harga berbagai kerajinan.
“Pelanggan memang kaget dengan adanya kenaikan harga, tetapi pelanggan memaklumi karena bahan pokok dan lainnya pada naik harga, walaupun masih suka ada yang protes,” katanya.
Sementara itu, berbagai jenis produk anyaman dijual di Sentra Kerajinan Rajapolah, mulai dari tas, dompet, tempat pensil, hingga gelang anyaman. Harganya dibanderol mulai Rp 5 ribu sampai Rp 450 ribu.
Produk anyaman tersebut dijajakan di puluhan kios yang berjejer di pinggir Jalan Raya Rajapolah yang menjual hasil kerajinan tangan tersebut.
Selain hasil produk lokal Rajapolah, kerajinan lainnya yang menjadi khas Kota Tasikmalaya juga dijual di sana. Seperti kelom geulis, payung geulis dan kerajinan bordir. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)