Hewan hasil rekayasa genetika tercipta dari ilmuwan. Adanya hasil rekayasa genetika pada hewan ini menunjukkan kemajuan teknologi. Ini membuktikan bahwa para ilmuwan bisa memanfaatkan teknologi untuk melakukan rekayasa genetika demi menciptakan jenis hewan baru.
Rekayasa genetik ini juga menjadi bukti nyata dari perkembangan ilmu pengetahuan. Sebenarnya juga ada begitu banyak manfaat dari rekayasa genetika ini.
Sebagai contoh, rekayasa genetik pada hewan ternak yang akan membuat tubuhnya lebih besar sehingga dagingnya lebih banyak. Contoh lainnya adalah rekayasa genetik untuk membuat biji kedelai lebih besar dan bulat.
Baca Juga: Cara Berkembang Biak Trenggiling si Mamalia Bersisik, Ini Dia!
Hewan Hasil Rekayasa Genetika Para Ilmuwan
Majunya teknologi yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan membuat para ilmuwan menciptakan inovasi untuk menghasilkan berbagai hal baru.
Rekayasa genetik adalah bukti paling nyata dari kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan ini. Apa itu rekayasa genetik?
Dalam pengertiannya, rekayasa genetik merupakan teknik yang berguna untuk menghasilkan organisme anakan baru atau hasi kombinasi untuk tujuan tertentu.
Ada beberapa spesies hewan yang lahir dari teknik rekayasa genetik ini. Berikut beberapa di antaranya.
Glofish
Hasil rekayasa genetika yang pertama adalah Glofish. Ini merupakan spesies ikan yang dapat menyala di dalam kegelapan.
Awalnya ikan glofish tercipta untuk mendeteksi polusi di dalam air. Karena warnanya yang indah, akhirnya glofish diperjualbelikan dengan bebas.
Sapi Super
Pada tahun 1800-an, seorang ilmuwan sekaligus peternak dari Belgia memutuskan untuk menyilangkan sapi asli Belgia dengan sapi bertanduk asal Inggris.
Ia memilih sapi yang paling besar dan kuat dari kedua jenis tersebut. Alhasil rekayasa genetik tersebut menghasilkan sapi yang sangat kuat dan lebih besar, bernama Sapi Biru Belgia.
Baca Juga: Hewan dengan Jam Tidur Paling Lama, Ada yang Sampai 20 Jam!
Katak Transparan
Salah satu hewan hasil rekayasa genetika yang paling menakjubkan adalah katak transparan. Seorang ilmuwan dari Jepang-lah yang berhasil melakukan hal ini.
Ilmuwan tersebut melakukan rekayasa genetika pada katak dengan tujuan memudahkan pengamatan pada bagian dalam tubuhnya tanpa harus melakukan pembedahan.
Lebah Pembunuh
Selain bermanfaat, terkadang rekayasa genetika dapat membahayakan juga. Seperti lebah pembunuh satu ini.
Lebah pembunuh adalah salah satu hewan hasil dari rekayasa genetika. Ilmuwan menghasilkan lebah pembunuh dari perpaduan lebah Eropa dan lebah Afrika.
Tujuan ini rekayasa genetika ini sebenarnya adalah untuk meningkatkan produksi madu. Hasilnya pun memang menciptakan madu yang melimpah.
Terapi lebah ini juga memiliki sistem pertahanan yang mengerikan. Satu saja terganggu, maka koloni lebah akan menyerang tanpa ampun.
Baca Juga: Cara Kelelawar Terbang di Malam Hari yang Gelap, Sangat Unik!
Domba Dolly
Ilmuwan telah berhasil membuat domba hasil dari kloning dewasa yang bernama Dolly. Kloning sendiri adalah teknik untuk membuat keturunan dengan menggunakan genetik yang sama tanpa proses pembuahan.
Sayangnya domba hasil kloningan ini terus sakit-sakitan dan akhirnya diistirahatkan selamanya, caranya dengan cairan suntikan khusus.
Sebenarnya hewan hasil rekayasa genetika memang bagus. Namun terkadang rekayasa genetika yang berlebihan membuat tidak etis. (R10/HR-Online)