Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Kasus Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kelurahan Situbatu, Kecamatan Banjar, terus bergulir. Para orang tua (ortu) siswa alumni sekolah menuntut agar uang tabungannya kembali secepatnya.
Para orang tua pun kini sudah habis kesabaran karena hanya mendapat janji palsu dari oknum kepala sekolah berinisial YR itu.
Perwakilan orang tua Sutono menyebut YR sudah beberapa kali berjanji akan mengganti uang tabungan. Namun yang bersangkutan tidak pernah menepatinya.
“Dari dulu selalu kayak gitu minta waktu janji bakal bayar. Tapi nggak pernah menepatinya sampai sekarang ,” kata Sutono, Senin (19/9/2022).
Saat ini anaknya sudah lulus SD dan sekarang sudah kelas 7 Mts, namun uang tabungan Rp 2,7 juta belum kembali.
Baca Juga: BKPSDM Banjar Serahkan Hasil Kajian Kasus Oknum Kepsek Gunakan Uang Tabungan Siswa
“Sekarang anak saya sudah kelas 7 Tsanawiyah dan uang tabungannya Rp 2.7 juta sampai sekarang belum diberikan, itu hak kita,” jelasnya.
Uang Tabungan SD Dipakai, Disdikbud Banjar Turun Tangan
Disdikbud Kota Banjar pun turun tangan memfasilitasi orang tua siswa dengan YR untuk bermusyawarah.
Dalam hasil musyawarah itu YR akan membayar uang tabungan milik siswa paling telat pada tanggal 1 Oktober 2022.
Sutono pun mengaku tidak puas dengan hasil musyawarah itu. Menurutnya hal tersebut hanya mengulur waktu saja.
“Hasil musyawarah tadi muncul surat pernyataan kesanggupan untuk membayar. Tapi sebetulnya saya tidak puas karena itu bisa saja tidak meleset lagi. Kami cuma ingin uang tabungan kembali secepatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadisdikbud Kota Banjar Kaswad mengatakan, dengan adanya surat pernyataan kesanggupan itu YR berharap bisa membayar tepat waktu.
“Kalau tidak terbayar tergantung masyarakat mau seperti apa tindak lanjutnya. Tadi juga sudah membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengembalikan uang itu,” kata Kaswad.
Menurut Kaswad, berdasarkan informasi uang tabungan tersebut YR gunakan untuk kepentingan pribadi. YR menggunakan uang tabungan itu mulai dari kelas 4, 5, 6 SD. Sekarang sudah alumni ada yang kelas 7 dan 8. Total uang tabungan yang YR gunakan sebesar Rp 126 juta.
“Sisanya uang tabungan yang belum dibayarkan itu sebesar Rp 126 juta. Total semuanya lebih dari itu,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)