Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Saat demo menolak BBM naik, seorang mahasiswa di Gorontalo, kedapatan menghina Presiden Joko Widodo dengan kata kata tidak senonoh.
Video mahasiswa mengumpat orang nomor satu di Indonesia itu mendadak viral di media sosial.
Berdasarkan video yang beredar, aksi mahasiswa demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak terjadi Jumat (2/9/2022).
Dalam video itu, nampak seorang mahasiswa tengah berorasi. Namun di akhir kalimat, mahasiswa itu malah menghina Presiden Jokowi, dengan perkataan kotor.
“Semuanya sepakat, hanya ada satu kata yakni lawan. Presiden Republik Indonesia K….L,” teriak mahasiswa yang diketahui bernama Yunus Pasau itu.
Demo menolak BBM naik di Gorontalo itu nampak dihadiri cukup banyak mahasiswa. Demo di sekitar perlimaan Gorontalo itu sebenarnya berjalan aman.
Sejumlah mahasiswa nampak melakukan aksi dengan dengan menggunakan jas almamater. Saat demo, terlihat seorang mahasiswa berambut gondrong melakukan orasi di atas mobil bak.
Tak lama kemudian, mahasiswa itu mengakhiri orasinya dengan mengumpat Presiden RI.
Akibat perbuatannya menghina Presiden, mahasiswa itu ditangkap pihak berwajib.
Irjen Helmy Santika Kapolda Gorontalo menyatakan, mahasiswa yang bersangkutan sudah ditangkap oleh polisi.
“Saat ini sedang menjalani pemeriksaan, didampingi pihak kampus dan BEM,” ujar Helmy.
Baca juga: BLT BBM Rp 300 Ribu Disalurkan, Warga Jabar Sudah Terima?
Demo Mahasiswa Tolak BBM Naik Berjalan Lancar
Sebenarnya kata Helmy, demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang dilakukan mahasiswa di Gorontalo berjalan lancar.
Kombes Wahyu Tri Cahyono Kabid Humas Polda Gorontalo menambahkan, pihak Polda sedang memeriksa mahasiswa yang terbukti menghina Presiden.
“Mahasiswa itu berasal dari Universitas Negeri Gorontalo, bernama Yunus Pasau,” katanya.
Saat ini, Yunus dan rekan-rekannya tengah diperiksa oleh penyidik. “Terkait dengan orasi Yunus yang viral, pihak penyidik sedang mendalaminya sesuai prosedur,” ungkap Kombes Wahyu.
Lanjutnya, pihak Polda Gorontalo langsung melakukan tindakan pengamanan kepada Yunus Pasau, untuk menghindari tindakan persekusi terhadap Yunus.
“Respon masyarakat terhadap orasi Yunus beragam, kita tidak berharap yang bersangkutan jadi korban persekusi dari pihak pihak yang tidak setuju dengan perbuatan mahasiswa itu,” ucapnya.
Sementara itu, demo menolak BBM naik terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap menaikan harga BBM, dengan alasan subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan masyarakat miskin. (R8/HR Online/Editor Jujang)