Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tanggul Bendungan Leuwikeris Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis jebol, Minggu (11/9/22) malam.
Jebolnya tanggul pengalihan air sekitar pukul 22.00 WIB tersebut diduga karena debit air tinggi, sehingga dua terowongan di Bendungan Leuwi Keris tersebut tidak kuat menahan air dan tanggul pengalihan air di pinggir terowongan pun jebol.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah alat berat terbawa hanyut sekitar 10 meter dari lokasi sebelumnya. Sementara saat ini kondisinya terkubur oleh material pasir.
Anwar Solihin, tokoh pemuda Desa Handapherang mengatakan, tanggul tersebut jebol sekitar pukul 22:00 WIB malam hari.
Ia menduga karena hujan deras sehingga debit air meningkat.
Tanggul pengalihan air tersebut mempunyai tinggi sekitar 10 meter dan panjang 40 meter. Saat ini, kondisi air kembali ke posisi semula.
“Ini bukan kesalahan kontruksi, ini faktor alam. Debit air semalam itu besar, bahkan tingginya kurang lebih sampai 17 meter,” katanya.
Baca juga: Bendungan Leuwikeris Hampir Selesai, Aan Ingatkan Janji Pemkab Ciamis
Anwar yang juga sebagai Forum Pengawasan Bendungan dan Waduk menjelaskan, pada pukul 21:00 WIB malam itu, masyarakat sedang berada di bawah sedang memancing ikan.
“Namun, saat itu air sudah terlihat berbusa. Sontak saja masyarakat langsung naik untuk pulang. Saat pukul 23:00 WIB, masyarakat turun lagi dan melihat tanggul sudah jebol,” jelasnya.
Menurutnya, akibat kejadian tersebut, alat berat atau ekskavator terseret sekitar 10 meter dari tempat sebelumnya.
“Iya kurang lebih ada sebanyak 4 ekskavator yang terseret air. Karena saat kejadian alat berat tersebut sedang berada di bawah,” tuturnya.
Anwar berharap, agar hal ini segera dipercepat penanganannya supaya bisa selesai tepat waktu pada tahun 2023 nanti.
Sementara itu, Humas PT. Pembangunan Perumahan (PP) Proyek Bendungan Leuwi Keris, Rahmatsyah saat dihubungi HR Online melalui sambungan seluler tidak memberikan statment dengan alasan masih melakukan rapat. (Feri/R6/HR-Online)