Ciri kromosfer Matahari termasuk lapisan atmosfer. Kromosfer Matahari memiliki ciri berada di atas fotosfer. Dengan kata lain, kromosfer adalah lapisan kedua dari luar pada atmosfer Matahari.
Matahari merupakan bintang utama Tata Surya. Bumi bersama dengan 7 planet lainnya berputar mengelilingi bintang utama ini sehingga membentuk sebuah sistem planet.
Suhu Matahari sangatlah tinggi. Benda langit ini selalu memancarkan energi yang sangat besar. Seperti planet, Matahari juga memiliki lapisan atmosfer, salah satunya kromosfer.
Baca Juga: Proses Reproduksi Energi Matahari Dijelaskan, Mirip di Al-Qur’an?
Apa Saja Ciri Kromosfer Matahari?
Tata Surya merupakan sebuah sistem planet yang ada di dalam galaksi Bima Sakti. Matahari sendiri merupakan pusat Tata Surya tersebut dan menjadi bintang paling dekat dengan Bumi.
Sama seperti bintang lainnya, Matahari juga merupakan benda yang sangat panas. Benda ini terdiri dari susunan berbagai gas bertekanan tinggi.
Matahari sendiri bukan termasuk jajaran bintang raksasa, tetapi jauh lebih besar dari Bumi. Diameter Matahari sama dengan 109 kali diameter Bumi, yaitu 1,4 juta KM.
Bintang ini juga memiliki lapisan atmosfer. Ada total 4 lapisan yaitu fotosfer, kromosfer, korona, dan juga inti Matahari. Berikut ini penjelasan dan ciri dari lapisan kromosfer.
Baca Juga: Potret Permukaan Matahari Menggunakan Teleskop Baru Milik NASA
Lapisan Kedua Atmosfer Matahari
Kromosfer berada di atas lapisan fotosfer. Lapisan ini memancarkan cahaya yang berwarna kemerahan saat gas hidrogen yang sangat panas terbakar.
Lapisan atmosfer ini memiliki ciri utama, yaitu memiliki lingkar merah. Ciri kromosfer Matahari tersebut dapat terlihat saat terjadinya peristiwa gerhana total.
Namun, kromosfer biasanya memiliki cahaya yang lebih lemah daripada fotosfer. Peran dari lapisan ini adalah untuk menghantarkan panas dari bagian dalam Matahari menuju ke lapisan terluarnya, yaitu korona.
Sebelumnya seorang ilmuwan surya dari Stanford University di Stanford, California, pernah melakukan penelitian terhadap kromosfer.
Dalam penelitian tersebut, terlihat adanya beberapa gelombang seismik Matahari mengalir ke atas kromosfer yang merupakan bagian lebih rendah menuju ke korona.
Baca Juga: Misi NASA ke Matahari Temukan Data Mengejutkan, Apa Itu?
Gambar Terbaru Kromosfer
Pada Juni 2022 lalu, Daniel K Inouye Solar Telescope (DKIST) di Hawai’i baru saja menangkap gambar terbaru dari lapisan kromosfer Matahari ini.
Gambar tersebut memperlihatkan penampakan kromosfer yang menunjukkan area seluas 51 ribu mil atau setara dengan 82 ribu kilometer.
DKIST sendiri merupakan salah satu teleskop surya yang paling kuat di dunia. Di ketinggian 10 ribu kaki, teleskop surya tersebut berhasil mengamati korona dan kromosfer Matahari.
Teleskop DKIST menggunakan cermin dengan ukuran terbesar dari semua instrumen belajar Matahari, yaitu selebar 13 kaki atau sekitar 4 meter.
Hasilnya adalah gambar dengan resolusi paling tinggi yang pernah Space kumpulkan. Di dalam gambar menakjubkan tersebut juga terlihat ciri kromosfer Matahari, yaitu cincin merah total yang terlihat jelas selama terjadi gerhana Matahari total, ketika cahaya fotosfer terhalang bulan. (R10/HR-Online)