Cara berkembang biak trenggiling adalah secara seksual. Trenggiling memiliki cara berkembang biak yang mirip seperti mamalia lainnya. Sayangnya hewan mamalia ini terancam punah.
Ciri khas dari trenggiling adalah memiliki sisik yang cukup tebal di bagian atas tubuhnya. Trenggiling sendiri termasuk ke dalam kelompok mamalia.
Sehingga, trenggiling menjadi hewan bersisik tebal satu-satunya di dalam kelompok mamalia. Meski begitu, hewan ini memiliki cara berkembang biak yang mirip seperti hewan mamalia lainnya.
Baca Juga: Hewan dengan Jam Tidur Paling Lama, Ada yang Sampai 20 Jam!
Bagaimana Sebenarnya Cara Berkembang Biak Trenggiling?
Trenggiling merupakan hewan yang dapat meringkuk menjadi bola rapat. Ketika meringkuk, maka trenggiling akan menggunakan ekornya yang tajam agar bisa mempertahankan diri di alam liar dari ancaman pemangsa.
Sayangnya hewan ini termasuk yang terancam punah. Keunikannya membuat hewan pemalu ini banyak manusia eksploitasi untuk perdagangan di seluruh dunia.
Baca Juga: Fakta Menarik tentang Daur Hidup Kecoa dari Bertelur hingga Dewasa
Berkembang Biak Secara Seksual
Seperti mamalia lainnya, trenggiling tentu berkembang biak secara seksual. Artinya, trenggiling betina membutuhkan trenggiling jantan untuk membuahi sel telur.
Hewan ini sebenarnya terkenal sebagai pemalu. Bahkan trenggiling adalah hewan soliter yang penyendiri. Mereka hanya datang bersama pasangannya saat musim kawin.
Secara teknis, trenggiling akan kawin pada malam hari atau tepatnya ketika jantan dan betina bertemu di dekat lubang air.
Adapun trenggiling jantan tidak akan mencari trenggiling betina. Mereka hanya akan menandai lokasi dengan air seni atau kotoran saat musim kawin tiba.
Itu bertujuan agar trenggiling betina dapat untuk menemukannya. Apabila saat mereka akan kawin terdapat persaingan trenggiling dengan jantan lainnya, maka jantan akan bertarung untuk memperebutkan trenggiling betina.
Setelah kopulasi, cara berkembang biak trenggiling betina berlanjut ke masa kehamilan. Trenggiling memiliki masa kehamilan yang cenderung cepat, yaitu hanya 120 hingga 150 hari saja.
Pada saat itu trenggiling betina juga tidak akan mengalami perubahan, kecuali bagian perutnya. Ketika lahir, maka bayi trenggiling normal biasanya memiliki berat sekitar 80 hingga 450 gram dan panjang 6 inci.
Bayi trenggiling akan memiliki sisik yang lembut dan tidak tumpang tindih. Sisik mereka belum berwarna coklat, melainkan hanya putih. Trenggiling betina akan menyusui anak mereka dengan kelenjar susu hingga usia 3 sampai 4 bulan.
Baca Juga: Fungsi Antena Kupu-Kupu Beragam, Ini Penjelasannya!
Waktu Musim Kawin Trenggiling
Hewan mamalia satu ini memiliki masa kawin yang tidak panjang. Mereka akan mengalami masa kawin setiap satu tahun sekali.
Biasanya musim kawin trenggiling jatuh pada musim panas atau musim gugur. Pada saat itu trenggiling betina akan mencari trenggiling jantan untuk dibuahi.
Umumnya mereka akan melahirkan satu anak saja. Tetapi, beberapa spesies trenggiling di Asia dapat melahirkan hingga dua anak secara bersamaan.
Meski cara berkembang biak trenggiling cukup mudah, namun waktu musim kawin yang hanya terjadi satu kali setahun membuat mereka mulai terancam punah karena eksploitasi berlebihan manusia. (R10/HR-Online)