Berita Pangandaran (Harapanrakyat.com),- Banjir luapan Sungai Cibeureum di Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menimbulkan dampak serius bagi puluhan warga.
Akibat banjir yang terjadi pada Minggu (11/9/2022), membuat sejumlah bangunan rusak dan pedagang belum bisa jualan lantaran belum bisa membuka warungnya.
Sartono, Pemilik Warung, mengaku mengalami dampak cukup parah akibat banjir luapan Sungai Cibeureum ini. Air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 1 meter.
“Setelah banjir surut, sampah dan lumpur masuk ke dalam rumah. Sampai hari ini saya masih beres-beres rumah. Masih membersihkan lumpur dari rumah,” ungkapnya.
Baca Juga: Sungai Cibeureum Pangandaran Meluap, Puluhan Rumah Kebanjiran
Sartono pun mengaku akibat bencana banjir tersebut, benteng dan pagar rumahnya mengalami rusak parah. Sejumlah warung saat ini masih tutup, lantaran pemiliknya masih sibuk membersihkan rumah.
“Benteng rumah saya juga mengalami rusak parah. Beberapa warung yang kemarin kebanjiran juga sama belum ada yang jualan,” paparnya.
Sartono pun mengaku hanya bisa pasrah dengan kejadian tersebut. Ia berharap ke depan, pemerintah membantu dan mencari solusi agar kejadian tidak kembali terjadi.
Hujan dengan curah yang tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sejak 2 hari terakhir membuat Sungai Cibeureum meluap, Minggu (11/9/2022).
Luapan sungai yang ada di Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, itu membanjiri permukiman warga. (Enceng/R9/HR-Online/Editor-Dadang)