Awal penulisan Al Quran merupakan hal yang harus kita ketahui. Al Quran adalah sebagai wahyu Nabi Muhammad SAW dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Al Quran itu sendiri memiliki pengertian yang mendalam dan secara harfiah berarti bacaan.
Adapun secara istilah, Al Quran adalah kalam Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan Malaikat Jibril bagi pedoman umat manusia dan membacanya mendapatkan pahala.
Pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat selama hidup masih belum membutuhkan penulisan tentang tafsir dan ilmu Al Quran.
Alasan Mengapa Awal Penulisan Al Quran tidak Terjadi pada Masa Nabi
Ada beberapa alasan soal penulisan kalam Alloh SWT itu tidak terjadi saat Nabi Muhammad SAW masih ada.
Salah satunya adalah para sahabat nabi memiliki hafalan yang kuat.
Kedua, mayoritas sahabat nabi belum bisa baca tulis. Tentu saja sulit pada masa itu untuk menuliskannya.
Ketiga, sarana tulis-menulis saat itu sulit untuk mendapatkannya. Lalu, Nabi Muhammad SAW tidak mengizinkan mereka menulis sesuatu dari Al Quran karena khawatir akan tercampur dengan yang lain.
Pada saat itu media tulis-menulis hanyalah daun kurma dan tulang-tulang onta.
Namun, seiring perkembangan zaman larangan untuk menuliskan Al Quran itu hilang dengan sendirinya. Karena Rasulullah sesudah itu mengizinkan untuk menulis hadis.
Catatan Perjalanan Awal Penulisan Al Quran
Hingga pada zaman kekhalifahan Utsman bin Affan, keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin dengan satu mushaf.
Hal itu pun terlaksana. Lantas menamakan mushaf tersebut dengan nama Mushaf Ustmani.
Sedangkan pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib perkembangan semakin pesat.
Dilanjutkan dengan merekatkan kaidah-kaidah nahwu, cara pengucapan yang tepat, baku, dan memberikan ketentuan harakat pada Al- Qur’an. Peristiwa ini menjadi permulaan ilmu i’rab.
Perkembangan-perkembangan inilah yang melahirkan Ulumul Quran.
Ulumul Quran sebagai perkembangan Awal Penulisan Al Quran
Ulumul Quran berarti pengetahuan yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Al Quran dari segi asbabun nuzul, maqi walmadani, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Al Quran.
Pada abad ke-2 Hijriah atau abad ke-8 Masehi adalah masa pembukuan yang dimulai dengan pembukuan hadis dan tafsir dengan segala babnya.
Maka, sebagian ulama membutuhkan tafsir Al Quran dari riwayat Rasulullah SAW langsung, dari para sahabat atau tabi’in.
Ilmu Al Quran dan pembahasannya pun mulai dalam satu buku khusus pada abad ke-4 Hijriah oleh Muhammad Ibnu Kholaq, Ibnu Marjaban (W.309 H./921 M.), menyusun Al-hawi Fii Ulumil Quran. Akhirnya awal penulisan Al Quran berkembang pesat.
Sejak saat itulah Ulumul Quran dipandang sebagai ilmu yang memiliki ruang lingkup luas. Ruang lingkup Ulumul Quran secara garis besar mencakup Ilmu Mawakin An-Nuzul, Ilmu Tawarikh An-Nuzul, Ilmu Asbab An-Nuzul, dan sebagainya.
Saat ini Al Quran tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Harapannya dengan mengenal awal penulisan Al Quran membuat kita termotivasi untuk senantiasa menghafal dan mengamalkan layaknya pendahulu kita. (Muhafid/R6/HR-Online)