Berita Banjar (Harapanrakyat.com),- Warga Dusun Margaluyu, RT 8 RW 9, Kecamatan Pataruman, Desa Mulyasari, Kota Banjar, Jawa Barat, Elah Hayati berhasil membuat demplot pengembangan budi daya lebah madu trigona jenis itama.
Demplot pengembangan budi daya lebah madu itu pun menjadi usaha yang menghasilkan cuan.
Elah mulai membuat demplot pengembangan budi daya lebah madu Trigona jenis Itama sejak tahun 2020.
Demplot pengembangan budi daya lebah madu milik Elah sebanyak 18 stup. Dari demplot tersebut Elah pun sudah beberapa kali melewati masa panen. Ia menjual madu dalam bentuk kemasan botol.
“Untuk yang saya kembangkan itu madu trigona jenis Itama. sekarang ada sekitar 18 stup yang saya kembangkan,” kata Elah kepada HR Online, Minggu (28/8/22).
Dari 18 stup tersebut dalam sekali panen, setiap stupnya dapat menghasilkan sekitar 500 mili atau setara 7-8 ons. Jika dalam bentuk kemasan bisa menghasilkan dua botol madu isi 250 mili.
Elah pun menjual madunya langsung ke masyarakat dan sebagian ke luar daerah yang sudah jadi pelanggan tetap.
Namun begitu, Elah mengaku lebih fokus pengembangan budi daya lebah madu trigona untuk percontohan. Belum fokus pada sektor usaha dan koloni lebahnya ambil dari luar daerah.
“Untuk penjualan ke konsumen saya tetap melayani tapi lebih fokusnya memang untuk demplot atau percontohan,” ujar Elah yang juga Penyuluh Kehutanan Wilayah VII Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.
Elah menyebut Budi daya madu tersebut bisa menjadi sektor usaha yang menghasilkan keuntungan atau nilai ekonomi.
Menurut perhitungan Elah, keuntungan dari 50 stup sekitar Rp 5 juta per bulan. Namun itu tergantung dari kualitas madu yang dihasilkan dan jenis pakan yang digunakan.
“Idealnya untuk skala usaha minimal memiliki 30-50 stup. Ada pun modal untuk satu stup yaitu antara Rp 1,2-1,5 juta,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)