Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Tradisi Muharaman Ruwat Bumi atau Suran digelar masyarakat Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (07/08/2022). Acara tradisi Muharaman berlangsung di Pondok Pesantren Petani Nusantara.
Tradisi Muharaman Ruwat Bumi ini sebagai bentuk syukur masyarakat atas limpahan nikmat dari Allah SWT. Seperti hasil pertanian, perikanan, dan peternakan yang melimpah.
Pembuka acara dengan tawasulan atau kirim do’a kepada tokoh dan pendiri Desa Paledah yang telah tiada. Kemudian, pembacaan sejarah Desa Paledah.
Pengasuh Pondok Pesantren Petani Nusantara Cibadak, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kyai Warino Ma’ruf Abdulloh mengatakan, Muharaman ini tradisi adat istiadat Suran atau ruwat kampung sedekah bumi sebagai bentuk syukur masyarakat.
Sejak tahun 2017 tradisi Muharaman syukuran hajat bumi ini rutin digelar. Dalam acara tersebut, buku sejarah asal-usul Desa Paledah dibacakan.
“Penulis buku sejarah asal-usul Desa Paledah adalah penilik budaya Kota Banjar, almarhum Idjam Lastari Artojo tahun 1996, yang asli putra daerah Desa Paledah,” terang Warino Ma’ruf Abdulloh, kepada HR Online, usai acara tradisi Muharaman Ruwat Bumi.
Ia berharap kedepannya seluruh warga Desa Paledah bisa melakukan kegiatan seperti ini dengan penggagasnya pemerintahan desa.
Baca Juga : Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah di Ciganjeng Pangandaran Terendam Banjir
Tradisi Muharaman Ruwat Bumi dan Sejarah Desa Paledah
Lebih lanjut Warino Ma’ruf Abdulloh menjelaskan bahwa, hari jadi Desa Paledah tanggal 6 Mei 1823, tepatnya hari Kamis Legi, tahun B Windu Kuntara, 1 Muharram 1243 Hijriyah. Kepala Desa Paledah yang pertama adalah Madsani.
Jadi, Desa Paledah saat ini sudah berusia 199 tahun. Desa ini memiliki 6 dusun yang sudah memiliki ikon masing-masing untuk dikembangkan. Seperti Dusun Mekarjaya dengan penghasil tembakau, Dusun Neglasari sebagai penghasil bata merahnya.
Kemudian, Dusun Purwasari dengan ikon Eco village-nya, Dusun Mekarasih sebagai penghasil sentra ikan, Dusun Paledah dengan wisata religinya. Serta Dusun Cibadak sebagai kampung edukasi adat budaya lokal dan pusat keilmuan.
“Mudah-mudahan momen hijrah ini kita semua menuju perubahan ke arah kemajuan,” harap Warino Ma’ruf Abdulloh.
Baca Juga : Syukuri Nikmat, Warga Putrapinggan Pangandaran Gelar Syukuran Sedekah Bumi
Nasi Tumpeng dalam Tradisi Muharaman di Desa Paledah
Sementara itu, Ketua Panitia tradisi Muharaman Ruwat Bumi/Suran, Ali Hasan mengatakan, ungkapan rasa syukur para petani atas limpahan hasil bumi ini dengan membuat nasi tumpeng perwakilan dari setiap RT. Serta sodaqoh jariyah dari masyarakat sekitar lingkungan Pondok Pesantren Petani Nusantara, Cibadak, Paledah.
“Kami bersyukur atas kenikmatan hasil bumi yang subur, gemah ripah loh jinawi ini. Serta masyarakat yang tentram, bahagia sejahtera lahir dan batin,” ungkap Ali Hasan.
Masyarakat Desa Paledah juga mengisi acara tradisi Muharaman Ruwat Bumi ini dengan tausiah. Untuk mengisi tausiah, pihak panitia mengundang Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ikhsan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, KH. Abdullah Fattah.
Dalam tausiahnya, KH. Abdullah Fattah menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, guyub, gotong royong, rasa syukur nikmat dari Allah SWT. Serta jangan sampai melupakan sejarah untuk kemajuan daerah. (Madlani/R3/HR-Online/Editor-Eva)