Sifat bayangan pada cermin datar tentu saja memiliki ciri khas sendiri yang membedakannya dengan cermin cembung maupun cekung.
Setiap rumah pasti akan memiliki cermin di dalamnya. Cermin merupakan benda yang berguna untuk memantulkan berbagai macam bayangan yang ada di depannya.
Baca Juga: Pengertian Intensitas Cahaya dan Alat Penghitungnya
Salah satu jenis cermin yang paling sering kamu temui kemungkinan adalah cermin datar. Sesuai namanya, cermin ini memiliki satu sisi reflektif yang berbentuk datar.
Sifat Bayangan pada Cermin Datar Apa Saja?
Cermin merupakan salah satu benda yang sangat berguna di dalam kehidupan. Pada dasarnya cermin berfungsi untuk memperlihatkan bayangan segala benda yang ada di depannya.
Terdapat 3 jenis cermin, yaitu cermin cekung, cermin cembung, dan juga cermin datar. Ketiganya memiliki sifat berbeda dalam memantulkan bayangan.
Kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai cermin datar. Cermin ini memiliki sifat bayangan yang tegak, maya atau semu, dan juga sama besar.
Sama besar pada sifat cermin datar artinya setiap bayangan yang dipantulkan akan memiliki ukuran yang sama dengan benda aslinya, mulai dari tinggi hingga lebar.
Baca Juga: Sifat Lensa Cekung dalam Pembelajaran dengan Penjelasan Detail
Selain itu, cermin datar juga memiliki bayangan yang terbalik atau tertukar. Contoh mudahnya seperti tangan kanan apabila di cermin datar akan tampak menjadi tangan kiri karena bayangan yang terlihat adalah kebalikannya.
Fungsi Cermin Datar di Kehidupan
Karena sifat bayangan pada cermin datar itulah jenis cermin ini banyak digunakan di dalam kehidupan. Cermin datar yang memiliki bentuk datar sangat berguna sebagai sebuah cermin hias.
Cermin hias ini tentu ada di berbagai tempat. Kebanyakan orang menggunakan cermin untuk mengecek penampilan karena memperlihatkan bayangan yang sesungguhnya.
Lebih dari itu, cermin datar juga berfungsi sebagai alat bantu pembiasan cahaya, periskop, dan juga jenis peralatan lainnya.
Proses Pembentukan Bayangan Cermin Datar
Pembentukan cahaya pada cermin datar bermula dari benda yang berada di depannya. Kemudian, sinar akan datang dari benda tersebut menuju cermin.
Baca Juga: Sifat Lensa Objektif Mikroskop dan Persamaan Perbesarannya!
Sinar yang datang dari benda tersebut kemudian mengenai permukaan cermin datar sehingga memantul sesuai dengan hukum pemantulan yang ada.
Melansir dari Phyic LibreTexts, sinar yang datang yang cermin pantulkan akan datang dari belakang cermin tersebut oleh mata pengamat.
Bayangan yang pengamat lihat seperti berasal dari belakang cermin yang merupakan tempat sebenarnya sinar tidak pernah terbentuk.
Tempat bayangan tersebut berada di perpanjangan sinar pantul. Artinya, jarak bayangan yang terbentuk di belakang cermin akan sama besar dengan jarak bayangan benda ke cermin.
Karena pengamat melihat bayangan terbentuk di belakang cermin, maka bayangan tersebut bersifat maya dan bukan nyata.
Jadi, pada dasarnya melalui proses pembentukan inilah yang akhirnya mempengaruhi sifat bayangan pada cermin datar. Tentu saja bayangan akan terlihat di mata pengamatnya. (R10/HR-Online)