Sahabat Nabi dari kaum Anshar merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang beriman kepada Allah. Kaum Anshar ini juga tergolong kaum mulia.
Bahkan, Allah sendiri telah memuji kaum tersebut lewat firmannya dalam Al Quran Surat At-Taubah ayat 100.
Anshar merupakan penduduk Madinah yang dengan ikhlas bisa menerima kedatangan orang-orang Muhajirin saat masa kerusakan.
Tak hanya menyambut kedatangannya, kaum Anshar juga ikut serta membantu perjuangannya dalam memperjuangkan agama islam.
baca juga: Kisah Zahid dan Zulfah yang Bertakwa kepada Allah dan Rasul
Kemuliaan Sahabat Nabi dari Kaum Anshar
Dalam kehidupan, kaum Anshar selalu mendahulukan kepentingan orang lain, termasuk kepentingan Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya.
Mereka mengakhirkan kepentingan mereka pribadi demi orang lain.
Kisah Teladan dari Kaum Anshar yang Bisa Kita Petik Hikmahnya
Kala itu, kaum Muhajirin melakukan hijrah ke Madinah dan harus meninggalkan kota Makkah sebagai kota kelahiran yang sangat mereka cintai.
Bahkan, pada saat tiba di Madinah, kaum Anshar dengan senang hati menyambut kedatangan Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin.
Mereka menyambutnya dengan senang hati dan menawarkan berbagai macam bantuan untuk para kaum Muhajirin dan Nabi Muhammad SAW.
Mereka juga menawarkan yang mereka miliki. Tak hanya pakaian, bahkan kaum Anshar juga rela menawarkan tempat tinggalnya dan pencahariannya untuk Nabi dan sahabatnya itu.
Mereka juga menawarkan istri-istrinya kepada kaum Muhajirin supaya bisa menikahinya. Sungguh mulia sekali sifat kaum Anshar ini.
Sesudah Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, maka persatuan kaum Muslim bisa menjadi semakin kuat, kokoh, dan juga semakin berani.
baca juga: Sahabat Nabi yang Termasuk Khulafaur Rasyidin, Siapa Saja?
Kaum Anshar Tidak Ingin Kehilangan Pahala
Sahabat nabi dari kaum Anshar juga ikut dalam menampung kaum Muhajirin agar mereka bisa tinggal di rumah-rumah mereka.
Mereka selalu menawarkan berbagai macam bantuan yang mereka mampu, sebab mereka tidak mau kehilangan pahala.
Tak hanya itu saja, mereka juga mengadakan undian supaya kesempatan untuk memberi bantuan dan bisa tersalurkan dengan seadil-adilnya.
Sampai-sampai ada juga yang mengadakan undian untuk menentukan rumah siapa yang berhak ditempati kaum Muhajirin.
Mulianya lagi, kaum Anshar juga membagi hasil panen yang mereka miliki kepada sebagian besar kaum Muhajirin yang hijrah ke Madinah.
Mereka juga mengusulkan kepada Rasulullah SAW untuk membagikan setengah dari hasil panen kebun kurma mereka.
Akan tetapi, Rasulullah tidak langsung menerima usulan tersebut. Nabi meminta supaya kaum Anshar memberikan bagian hasil panen ke kaum Muhajirin untuk ikut serta merasakan hasil panen mereka sesuai dengan kebutuhan saja.
Bahkan, mulianya lagi sahabat nabi dari kaum Anshar ini juga sempat ingin memberikan setiap kelebihan yang mereka miliki kepada Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah Mengucapkan Syukur kepada Kaum Anshar
Atas kebaikan para kaum Anshar yang telah mereka berikan, maka Rasulullah SAW mengucapkan banyak sekali rasa syukur dan terima kasih kepada mereka.
Sebab, kaum Anshar rela memberikan tanah yang mereka tetapkan jika tanah itu bukan milik siapa pun. Hingga pada akhirnya, Rasulullah SAW mendirikan tempat tinggal untuk para sahabatnya di tanah-tanah tersebut.
Bahkan, bahan material untuk pembangunan tempat tinggal pun kaum Anshar juga ikut serta membantunya.
Mereka menyerahkan semuanya kepada Nabi Muhammad SAW agar ia yang membagikannya kepada kaum Muhajirin.
Anas bin Malik juga menyebutkan, jika salah seorang dari kaum Anshar ada yang memberikan pohon-pohon kurma yang sudah siap panen untuk Rasulullah dan sahabatnya.
baca juga: Julukan Sa’ad bin Abi Waqqash Pemanah yang Doanya Tidak Tertolak
Kaum Anshar adalah Kaum yang Pemberani
Kaum Anshar juga termasuk kaum pemberani yang juga ikut membantu nabi dalam melakukan perang.
Bahkan dalam kitab pun menjelaskan jika kaum Anshar-lah yang merupakan kaum yang memiliki keberanian paling tinggi di antara kaum lainnya.
Buktinya sahabat nabi dari kaum Anshar banyak yang mati syahid dalam peperangan memperjuangkan agama yang benar.
Sebanyak 70 orang dari kaum Anshar mati syahid pada saat ikut memperjuangkan agama Allah dalam perang Uhud. Kemudian, sebanyak 70 orang dari kaum Anshar juga mati syahid saat ikut pada perang Bi’r Ma’unah.
Tak hanya sampai di situ saja, kaum Anshar sejumlah 70 orang juga mati syahid pada perang dalam melawan Musailamah al-Kadzab. Kemudian, sebanyak 70 orang juga meninggal keadaan mati syahid dalam perang Jisr Abu Ubaidah.
Sahabat Nabi dari kaum Anshar memang memiliki sifat yang sangat mulia dan patut untuk umat muslim teladani. (Muhafid/R6/HR-Online)