Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Seorang pemuda asal Ciamis berhasil menjadi juara 1 dalam lomba teknologi tepat guna (TTG) tingkat Jawa Barat kategori TTG unggulan.
Samsul Zuhri, pemuda asal Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis berhasil juara setelah mengembangkan TTG berbasis kearifan lokal berupa mesin perontok padi minimalis dan portabel.
Ia pun mendapatkan penghargaan langsung dari Gubernur Jabar pada Jumat (19/8/22) lalu saat peringatan hari jadi ke-77 Provinsi Jawa Barat di lapangan Gasibu, Bandung.
Samsul mengaku bangga bisa mewakili para pemuda yang tergabung dalam Lare Trebis dan juga Kabupaten Ciamis. Apalagi nantinya mewakili Jabar untuk tingkat nasional di Cirebon.
“Semoga lebih semangat lagi dalam produksi dan berkarya, khususnya selain mesin yang sudah kita kembangkan, yakni mesin perontok padi minimalis,” ujarnya, Minggu (21/8/22).
Menurutnya, dalam perlombaan yang digelar DPMD Jabar ini terbilang sulit. Sebab, para juri dari orang-orang yang profesional, seperti dari Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) dan Kemendes.
Selain itu, dalam lomba ini lebih fokus kepada alat yang ia kembangkan, bukan kepada personal. Sehingga lebih spesifik terhadap alat, data, kegunaan maupun pemasarannya.
“Kebetulan kita dapat dari kategori TTG unggulan. Kategori dalam lomba ini ada 3, yakni TTG biasa, unggulan dan juga Posyantek,” ungkapnya.
Baca juga: Tujuh Atlet Juara Nasional asal Sidaharja Ciamis Dapat Penghargaan di HUT RI
Keunggulan Teknologi Tepat Guna Karya Samsul
Samsul menjelaskan, mesin perontok padi yang ia kembangkan selain minimalis dan portabel, juga bisa merontokkan padi hingga benar-benar rontok.
Pada umumnya, kata Samsul, mesin perontok itu justru membuat tangkai padi patah. Berbeda dengan produk yang ia kembangkan, yakni benar-benar merontokkan padi sehingga hasilnya pun bersih.
Apalagi, lanjutnya, tangkai padi ketika dirontokkan padinya tidak mudah terlilit pada silinder perontoknya.
Ia pun mengungkapkan terinspirasi mengembangkan mesin itu dari keadaan petani di wilayah Lakbok. Pasalnya, akses sawah jaraknya jauh dari jalan dan kontur tanahnya mudah amblas.
Sehingga, ia pun mengembangkan alat yang harganya terjangkau, ringan, dan sesuai kebutuhan para petani, terutama di wilayah yang jauh dari jalan maupun di sawah pegunungan.
“Alhamdulillah kita sudah produksi 700-an unit dan tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, terakhir kita mengirimkan ke Lombok, NTB,” paparnya.
Selama produksi dan memasarkan produknya, ia mengungkapkan jika para konsumen paling banyak dari Jawa, terutama di Jabar dan Banten.
Sementara itu, sejak tahun 2017 hingga saat ini pihaknya jarang menerima komplain dari konsumen terkait kinerja mesin itu.
Ia pun berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, terutama Ansor Ciamis, Pemdes Baregbeg, DPMD Ciamis dan Pemkab Ciamis.
“Saya harap semoga masyarakat bisa terinspirasi dan bisa mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. Apalagi ujian ketahanan pangan global saat membuat kita harus lebih kreatif. Selain itu, saya mengharapkan pemerintah lebih pro lagi terhadap para petani,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)