Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tim audit kasus stunting di Pangandaran, Jawa Barat, menargetkan tahun 2023 bebas stunting.
Hal itu lantaran saat ini kasus stunting di Pangandaran mengalami penurunan.
Heri Gustari Ketua Tim Audit Stunting Pangandaran menegaskan, kasus stunting di Pangandaran masih terkendali.
“Bahkan setiap tahun grafiknya terus menurun,” ujar Heri Kamis (25/8/2022).
Kata Heri, barometer menurunnya angka stunting berdasarkan data bayi lima tahun yang ditimbang. Dari 24.326 bayi yang ditimbang, hanya 755 bayi yang terindikasi mengalami stunting.
“Sebelumnya kasus stunting di Pangandaran sebanyak 3,9 persen,” katanya.
Pihaknya sebagai Ketua Tim Audit Kasus Stunting, akan terus melakukan upaya-upaya penekanan kenaikan angka stunting.
“Tim audit kasus stunting ini sebagai Ketua saya Kepala DKBP3A dan Sekretaris adalah Kepala Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Baca juga: Yanlik Fest 2022, Dinkes Pangandaran Fokus Layani Vaksinasi dan Skrining HIV/Aids
Pihaknya yakin, dalam 2 tahun terakhir kasus stunting di Pangandaran akan terus terkendali. Pasalnya saat ini, 97,5 persen balita di Pangandaran aktif mengikuti kegiatan Posyandu.
“Untuk teknisnya penanganan stunting itu akan menjadi agenda pihak Desa dan Kecamatan,” ucap Heri.
Ia menambahkan berdasarkan hasil evaluasi, kasus Stunting di Kabupaten Pangandaran terjadi lantaran kurang gizi dan bawaan dari lahir.
“Kita akan laksanakan program terarah, sehingga Pangandaran tahun 2023 zero stunting,” pungkasnya. (Ceng2/R8/HR Online/Editor Jujang)