Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akan membagikan minyak hasil lomba ngelentik untuk PKL Alun-alun Ciamis.
Rencananya, pembagian minyak hasil lomba dalam rangka Hari Pramuka ke 61 tersebut, pada acara puncak yaitu tanggal 15 Agustus 2022.
“Kami akan bagikan minyak kelapa ini kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di taman Alun-alun Ciamis,” kata Ketua Kwarcab Pramuka Ciamis, Nanang Permana, Selasa (10/8/2022).
“Adapun minyak tersebut merupakan hasil karya para peserta lomba, dari 27 Kwarting Ranting dari 27 kecamatan,” imbuhnya.
Menurutnya, dengan adanya lomba ngelentik (membuat minyak goreng dari kelapa) bisa menginspirasi masyarakat untuk membuat minyak sendiri.
“Jadi, ketika minyak goreng mahal di pasaran, maka kita sendiri bisa membuat minyak kelapa sendiri. Tidak sulit kok,” ucapnya.
Baca Juga: Serunya Lomba Ngelentik, Buat Minyak Goreng dari Kelapa di Ciamis
Bahkan, sambungnya, potensi untuk membuat minyak goreng sangat mudah didapat. Karena pohon kelapa di Kabupaten Ciamis ini masih tumbuh banyak, terutama pohon kelapa milik warga di daerah.
“Dengan 5 buah kelapa melalui proses ngelentik, kita bisa menghasilkan minyak goreng satu liter. Ya cukup untuk keperluan menggoreng seminggu. Selain itu hasilnya bisa kita gunakan tidak hanya sekali,” ujarnya.
Menurut Nanang, jika semua warga Kabupaten Ciamis bisa mengolah dan menghasilkan minyak goreng dari kelapa, maka tidak akan ada lagi kekurangan minyak goreng.
Selain itu, jika tidak untuk kebutuhan sendiri, masyarakat juga bisa menjual minyak lentik ini,” kata Nanang.
Alasan Kwarcab Pramuka Ciamis Bikin Lomba Ngelentik
Lebih lanjut Nanang menambahkan, bahwa alasan pihaknya mengadakan lomba tersebut yaitu ingin menghidupkan kembali tradisi dalam membuat minyak goreng dari kelapa.
Baca Juga: Lomba Ngelentik Kwarcab Ciamis, Momentum Kenang Masa Lalu
Pasalnya, saat ini ngelentik sudah sangat jarang ditemui di daerah. “Kalau dulu warga banyak mengolah kelapa jadi minyak dan juga galendo,” terangnya.
Namun yang jelas, kata Nanang, lomba ini untuk mengembangkan kembali kegiatan ngelentik.
“Sebab sebelum ada sawit, kelapa sangat populer sebagai bahan pembuat minyak goreng,” pungkasnya. (Es/R5/HR-Online/Editor-Adi)