Kisah wafatnya Fatimah Az Zahra putri Baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat mulia. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW tak hanya menjadi penutup, tetapi ia juga merupakan nabi paling mulia serta Luhur daripada nabi yang lain.
Kemuliaan tersebut juga didapatkan oleh putrinya yakni Sayyidah Fatimah Az Zahra yang merupakan putri bungsu Rasulullah SAW dengan istrinya yang pertama Khadijah binti Khuwailid.
Putri bungsu Baginda Nabi tersebut terkenal sebagai wanita yang sabar dan mulia serta taat kepada Allah yang Maha Esa. Di samping itu, ia juga mempunyai sifat yang menerima kenyataan atau qana’ah.
tDalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdul Barr, artinya adalah paling utama dari para wanita penduduk surga yakni Khadijah binti khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim yang merupakan istri Firaun.
Walaupun Fatimah itu merupakan putri Rasulullah, tetapi ia juga tetap ikut berjuang di jalan Allah. Padahal Fatimah sendiri sudah mendapatkan jaminan kemuliaan dari sang ayah.
Ia juga merupakan jahidah yang ikut berperang Uhud. Pada saat itu Fatimah membantu kaum muslimin dengan cara menyediakan air minum serta persiapan logistik.
Bukan hanya itu saja, ia juga memberikan pengobatan kepada kaum muslimin yang terluka.
Baca juga: Kisah Raja Zulkarnain Adil dan Bijaksana Pembuat Tembok dari Besi
Kisah Wafatnya Fatimah Az Zahra Anak Rasulullah
Mungkin banyak yang memahami bahwa Fatimah Az Zahra mempunyai kisah yang menakjubkan dengan Ali bin Abi Thalib. Ia mencintai Ali dalam diam hingga pada akhirnya Allah menakdirkan Ali Bin Abi Thalib menjadi suaminya.
Tapi ternyata masih sedikit pula yang mengetahui kisah wafatnya Fatimah Az Zahra. Apakah Anda juga merupakan salah satunya?
Padahal kita juga tahu bahwa Fatimah Az Zahra merupakan salah satu perempuan terkenal di ajaran Islam. Bagaimana tidak, karena ia paling dekat dan paling lama ketika bersama Rasulullah SAW.
Ketahuilah bahwa Fatimah itu lahir di Mekah pada tanggal 20 Jumadil Akhir. Lebih tepatnya 18 tahun sebelum Baginda Nabi hijrah.
Seperti penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa Fatimah itu merupakan putri bungsu setelah Zainab, Rukayah, dan Ummu Kultsum.
Sebelumnya saudara laki-laki tertua yakni Kosim dan Abdullah itu meninggal ketika usianya masih muda. Setahun sesudah hijrah, Fatimah menikah dengan Ali.
Namun pada saat itu ternyata banyak laki-laki yang ingin menikahinya. Tidak heran memang karena ia juga mempunyai wajah rupawan dan merupakan perempuan terhormat.
Sahabat nabi Abu Bakar dan Umar juga pernah berniat ingin melamar putri Rasulullah tersebut. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW menolak secara halus.
Meskipun Ali Bin Abi Thalib itu suka dengan Fatimah Az Zahra tetapi ia tidak berani melamar. Sebab ia sadar bahwa keadaan ekonominya itu termasuk keluarga miskin.
Tapi Nabi Muhammad membantu Ali dengan memberikan mas kawin 500 Dirham. Alasan mengapa Nabi Muhammad memilih Ali karena anggota keluarganya Ali itu sangat Arif dan terpelajar. Ali juga merupakan pemuda pertama yang masuk Islam.
Baca juga: Kisah Amr bin Jamuh Penyembah Berhala yang Masuk Islam dan Syahid
Wafatnya Putri Bungsu Nabi SAW
Pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib lahirlah dua putra kembar yakni Hasan dan Husein. Kehidupan setelah pernikahan Fatimah dengan Ali juga sangat sederhana.
Kendati demikian, ternyata kisah wafatnya Fatimah Az Zahra itu kapan belum terdapat informasi ataupun kepastian. Pada intinya setelah Nabi Muhammad meninggal putri bungsu tersebut menjadi orang yang terpukul. Ia tidak lagi makan, minum, bahkan tertawa.
Mengenai hal tersebut terdapat ulama yang mengatakan bahwa Fatimah Az Zahra meninggal setelah 6 bulan wafatnya Nabi Muhammad. Ada juga yang mengatakan 70 hari setelah kepergian Nabi Muhammad, 75 hari, 3 bulan, dan ada juga yang mengatakan 8 bulan.
Tapi pada intinya, setelah Baginda Nabi wafat, Fatimah Az Zahra itu wafat tepatnya pada malam Selasa tahun 11 Hijriyah. Jasadnya dikuburkan di malam hari di Baqi’.
Menyusul ibunya Khadijah dan ayahnya Rasulullah SAW. Sebelumnya Baginda Nabi juga mengabarkan kepada putri bungsunya tersebut, bahwa ia nantinya akan menjadi orang pertama dari keluarganya yang akan menyusul ayahnya.
Nabi Muhammad mengatakan kepada putrinya Fatimah, “Tidakkah engkau ridho menjadi penghulu wanita di surga?” Kisah wafatnya Fatimah Az Zahra memang menjadi hal yang berbeda. Sebab, saat semua putra Rasulullah sudah meninggal ternyata hanya ia sendiri yang masih hidup.
Oleh sebab itulah Allah membesarkan pahala baginya. Serta dialah anak satu-satunya Baginda Nabi yang merasakan kehilangan ayahnya.
Baca juga: Kisah Imam Syafii yang Selalu Haus akan Ilmu Agama Semasa Hidupnya
Penyebabnya
Mengenai kisah wafatnya Fatimah Az Zahra itu ternyata juga terdapat penyebabnya. Sebelumnya sudah dikatakan bahwa setelah sepeninggalan ayahnya Fatimah tidak makan, tidak minum, dan tidak tertawa.
Ia benar-benar terpukul kehilangan sang ayah. Secara umum penyebab wafatnya putri bungsu Baginda Nabi juga tidak terlepas dari itu semua.
Apalagi Baginda Nabi sudah mengatakan bahwa kelak ia akan menjadi satu-satunya keluarga yang akan segera menyusul Rasulullah.
Jadi beberapa bulan setelah kepergian Nabi Muhammad, Fatimah juga dipanggil oleh Allah SWT.
Sebelum ajal menjemput Fatimah berpesan kepada Asma binti Umais. Ia berpesan agar suaminya nanti memandikan jenazahnya tanpa mengajak orang lain.
Ali yang mendapatkan pesan dari Asma kemudian menjalankan apa yang menjadi keinginan terakhir dari istrinya tersebut. Begitulah kisah wafatnya Fatimah Az Zahra putri bungsu Nabi Muhammad SAW. (Muhafid/R6/HR-Online)