Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Dalam acara Hajat Ngabumi IV, Iket Cakrabumi menjadi simbol persatuan masyarakat dan Pemerintah Kota Banjar. Acara gelar budaya lokal itu berlangsung di Wana Wisata Situ Mustika, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (06/08/2022).
Acara gelar budaya lokal dengan mengusung tema Cakrabumi Mustika Purwadaksi, menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal di Kota Banjar.
Ketua panitia kegiatan, Panio mengatakan, selain melestarikan budaya lokal, acara gelar budaya tersebut juga masih satu rangkaian dengan kegiatan Hajat Ngabumi IV.
“Gelar budaya ini masih dalam satu rangkaian dengan kegiatan Hajat Ngabumi IV Pulo Majeti,” kata Panio kepada wartawan.
Ia menjelaskan, dalam gelar budaya tersebut ada yang dinamakan Ngalungsurkeun Iket Cakrabumi. Yakni memberikan ikat kepala kepada pemangku pemerintahan.
Baca Juga : Ungkapan Rasa Syukur Panen Melimpah, Warga Purwaharja Banjar Gelar Hajat Ngabumi
“Iket Cakrabumi salah satu ciri khas pakaian adat Sunda dan merupakan simbol persatuan, kebersamaan masyarakat dengan pemerintah,” terangnya.
Dinamai Iket Cakrabumi, lanjut Panio, karena memiliki motif atau gambar sebuah benda pusaka Cakrabumi yang merupakan pusaka dari Situ Mustika.
Menurutnya, ikat kepala tersebut dikeluarkan saat acara Hajat Ngabumi IV, dengan filosofi agar dapat memperkuat empat wilayah kecamatan yang ada di Kota Banjar.
“Sengaja kita keluarkan saat Ngabumi IV. Mudah-mudahan bisa memperkuat ikatan antara empat wilayah kecamatan yang ada di Kota Banjar ini,” harapnya.
Panio menambahkan, sebagai simbol persatuan dan kebersamaan, pihaknya memberikan Iket Cakrabumi kepada para inohong atau empat unsur pemerintahan. Seperti Walikota atau Wakil Walikota Banjar, Kadisdikbud, Kapolres, serta Dandim 0613 Ciamis.
Pihaknya berharap empat inohong tersebut bisa berjalan bersama para pelaku budaya untuk menjaga kultur dan tradisi lokal. Sehingga tidak tergerus oleh zaman dan budaya luar.
Dalam acara gelar budaya tersebut juga menampilkan berbagai pentas seni tari dari sanggar Kinanti Ligar. Serta pertunjukan wayang golek Ki Dalang Abah Otong Zakariya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)