Fakta film Pengabdi Setan 2 Communion menjadi perbincangan hangat di media sosial. Penonton juga masih berbondong-bondong ke Bioskop untuk menonton film horor garapan Joko Anwar tersebut.
Topik mengenai film Pengabdi Setan 2 ini tidak ada habisnya sejak tayang di bioskop pada 4 Agustus 2022.
Pengabdi Setan 2 ini mendapat rating film yang tinggi yakni 9.1 pada bioskop Indonesia. Memang tidak salah, karena film ini berhasil membuat penonton kagum dan bergidik ngeri ketika menontonnya.
Film Pengabdi Setan 2 dengan sutradaranya Joko Anwar ini berhasil meraih kepopuleran berkali-kali lipat daripada film Pengabdi Setan pertama.
Baca Juga: Sinopsis Pengabdi Setan 2 Communion, Teror Sekte Sesat
Mulai dari alur cerita, pemilihan latar tempat dan suasana, hingga para pemain melengkapi cerita film ini.
5 Fakta Film Pengabdi Setan 2 Communion
Berikut sejumlah fakta menarik terkait film yang dibintangi Tara Basro ini:
Persiapan Film Memakan Waktu 3 Tahun
Film yang sukses tentu saja ada persiapaan yang sangat matang dan totalitas. Oleh karena itu bisa tercipta sebuah film yang luar biasa.
Joko Anwar merupakan seorang sutradara yang memang sudah handal dalam memprediksi kesuksesan yang akan ia raih.
Bagaimana tidak, mulai dari terbitnya Pengabdi Setan 1 pada tahun 2017, Joko Anwar langsung mempersiapkan cerita Pengabdi Setan 2.
Jadi fakta selanjutnya pembuatan skenario Pengabdi Setan 2 ini sudah sejak tahun 2018, setahun setelah film Pengabdi Setan yang pertama tayang.
Joko Anwar juga mengatakan, ia dan kru banyak mengalami kesulitan mengenai apa yang akan mereka tampilkan pada Pengabdi Setan 2.
Baca Juga: Sinopsis Film Ivanna, Teror Hantu Noni Belanda Tanpa Kepala
Namun, hasil mereka terbayarkan dengan animo masyarakat yang sangat antusias dengan film Pengabdi Setan 2 ini.
Tempat Syuting di Rumah Susun Terbengkalai
Fakta selanjutnya terkait film Pengabdi Setan 2 adalah latar yang berada di rumah susun. Faktanya rumah susun ini sudah terbengkalai hampir 15 tahun dan tidak pernah dihuni.
Bahkan menurut penuturan Joko Anwar, kru dan pemain dilarang mencapai lantai 7 oleh penjaga gedung. Ini dilakukan supaya menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.
Pemilihan Tempat Syuting Berdasarkan Rekomendasi Netizen
Selain fakta bahwa bangunan rumah susun itu sudah tidak pernah dihuni sejak selesai dibangun hingga sekarang. Ada fakta menarik lainnya dalam pemilihan tempat syuting film Pengabdi Setan 2 ini.
Ini berawal dari pencarian tempat syuting yang sudah dilakukan selama 4 bulan lamanya. Namun masih belum menemukan tempat yang pas untuk latar cerita.
Kemudian Joko Anwar pun memutuskan untuk menanyakan pada netizen rekomendasi tempat syuting untuk Pengabdi Setan 2 kali ini.
Akhirnya salah satu dari netizen memberikan rekomendasi rumah susun yang sudah lama terbengkalai.
Film Indonesia Menggunakan Teknologi IMAX di Asia Tenggara
Salah satu fakta yang membuat Pengabdi Setan 2 ini sangat luar biasa yakni film ini merupakan film pertama di Asia Tenggara dengan teknologi remastering IMAX.
Dengan menggunakan teknologi IMAX akan membuat pengalaman menonton yang berbeda dengan bioskop biasanya. Pasalnya standar layar IMAX memiliki ukuran lebar 22 meter dan panjang 16 meter.
Selain ukuran layar yang berbeda, resolusi filmnya juga berbeda yakni 4K. Resolusi dua kali lipat daripada resolusi bioskop biasa.
Baca Juga: Film Pengabdi Setan, Siapa Berani Nonton Horor Terseram di Indonesia?
Tidak hanya itu, audio yang ada pada film juga lebih tajam karena terdapat teknologi di mana membuat suara tersebar merata ke seluruh ruangan.
Biaya Produksi Lebih Mahal dari Film Pertama
Fakta terkait film Pengabdi Setan 2 lainnya, menurut Joko Anwar, biaya produksi film kedua ini lebih mahal daripada film yang pertama. Ini karena proses produksinya yang baru selesai dalam waktu 35 hari.
Selain itu juga banyak rekonstruksi beberapa bagian di rumah susun seperti contohnya lift untuk keperluan adegan pada film.
Meskipun biaya produksinya yang mahal, namun film ini berhasil meledak dan menjadi se-booming sekarang ini.
Itulah 5 fakta film Pengabdi Setan 2 yang belum banyak orang tahu. Ternyata film horor ini bukan hanya menarik dari alur ceritanya, prosesnya pun penuh dengan perjuangan. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)