Evolusi sapi laut berhasil terungkap. Studi baru yang ilmuwan lakukan berhasil mengungkap evolusi dari sapi laut yang menakjubkan. Sapi laut ini merupakan makhluk hidup berupa mamalia air yang berbentuk mirip anjing laut.
Hewan air satu ini memiliki keunikan tersendiri. Ia merupakan satu-satunya makhluk yang menjadi mamalia air, tetapi juga merupakan herbivora atau pemakan tumbuhan.
Karena ciri memakan tumbuhan, maka ia mendapatkan nama sapi laut. Dalam jurnal penelitian baru, peneliti pun mengumpulkan cerita paling lengkap mengenai nenek moyang hewan ini.
Baca Juga: Burung Pemakan Buah Paling Tua di Bumi, Seperti Apa?
Beginilah Tahapan Evolusi Sapi Laut
Semua hewan yang ada saat ini tentunya mengalami berbagai macam tahap kehidupan. Sebelum bisa mencapai wujudnya saat ini, makhluk hidup yang satu ini bisa saja mengalami garis evolusi yang panjang.
Seperti halnya pada sapi laut. Studi yang ilmuwan lakukan dan terbit di jurnal PeerJ berhasil mendapatkan garis evolusi herbivora laut ini.
Sapi laut merupakan anggota Sirenia yang masuk ke dalam ordo mamalia dan mencakup empat spesies. Di antaranya adalah dugong (genus dugong) dan juga tiga manatee (genus Trichechus).
Baca Juga: Penemuan Siput Laut Mirip Pisang oleh NHM London
Spesies Awalnya Berkaki Empat
Mengutip dari Sci News, Minggu (28/8/2022), bukti fosil dari mamalia herbivora laut satu ini menunjukkan bahwa ternyata mereka tidak hanya terdiri dari satu jenis di masa lalu.
Sebaliknya, mereka justru terdiri dari beberapa jenis dan selama sejarah panjang dari mereka, sebagian besar sapi laut ini juga pernah hidup di setiap benua dan di sepanjang sungai, kecuali Antartika.
Steven Heritage, rekan penulis studi dari Museum Sejarah Alam Duke Lemur Center mengungkap bahwa fosil yang membantu menunjukkan evolusi sapi laut yang paling awal telah berusia sekitar 47 tahun.
“Dari fosil paling awal terungkap bahwa sudah memiliki usia sekitar 47 juta tahun. Mereka hidup di sepanjang pantai Afrika Utara di laut proto Mediterania dan sejak saat itu terjadi keanekaragaman serta biogeografinya pun berkembang,” ujarnya.
Hasil studi tersebut juga menemukan fakta bahwa spesies sapi laut yang paling awal memiliki 4 kaki dan hidup selayaknya amfibi. Hal tersebut tentunya berbeda dengan sapi laut saat ini yang tidak memiliki kaki belakang sehingga mereka sepenuhnya akuatik.
Baca Juga: Perbedaan Kera dan Monyet di Ordo Primata, Jangan Salah Lagi!
Melakukan Migrasi
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa nenek moyang langsung dari dugong, salah satu spesies sapi laut, melalui evolusi di Amerika Selatan dan bermigrasi ke Karibia melalui pantai Amerika Utara.
Lebih dari 20 juta tahun terakhir memang sebagian besar Amerika Selatan bagian utara tertutup oleh air tawar. Itu artinya kemunculan sistem Sungai Amazon dengan drainase ke Samudera Atlantik baru saja mulai.
Migrasi tersebut akhirnya memunculkan nenek moyang sapi laut yang hidup saat ini. Sayangnya migrasi tersebut justru membuat nenek moyang di bagian timur mengalami penurunan dan akhirnya menghilang.
Namun garis keturunan di Bumi Barat membuat spesies baru banyak bermunculan. Salah satunya adalah sapi laut Steller (Hydrodamalis gigas) yang berukuran raksasa.
Spesies tersebut kemudian punah 27 tahun kemudian, kemungkinan karena perubahan habitat dan eksploitasi berlebihan. Temuan evolusi sapi laut ini tidak lepas dari usaha para ilmuwan untuk mengumpulkan data, spesies hidup dan fosil. Selain itu juga menggabungkan anatomi, usia geologi, geografi, hingga genetika. (R10/HR-Online)