Burung pemakan buah bukan sesuatu yang asing. Namun, sebenarnya seperti apa penampakan dari unggas terbang pemakan buah yang paling awal di Bumi?
Dalam studi terbaru, para peneliti baru saja menemukan seekor burung yang memakan buah. Peneliti menyebut bahwa ini merupakan yang paling awal diketahui.
Burung purba tersebut bernama Jeholornis yang hidup pada sekitar 120 juta tahun yang lalu. Ia akan memakan buah-buahan untuk dapat bertahan hidup.
Baca Juga: Cara Burung Bermigrasi Jarak Jauh Tanpa Tersesat, Ini Alasannya!
Ilmuwan Teliti Burung Pemakan Buah Purba
Ada berbagai jenis burung di Bumi ini. Banyak dari burung yang hidup saat ini terkenal memakan buah-buahan.
Ternyata, burung jenis ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Para peneliti telah menemukan bahwa pemakan buah yang paling awal diketahui adalah Jeholornis.
Burung purba satu ini hidup sekitar 120 juta tahun yang lalu. Hal ini tentunya berhasil mengungkap misteri kapan burung mulai memakan buah sebagai bagian dari makanan sehari-hari mereka.
Temuan menakjubkan ini berhasil teridentifikasi setelah para peneliti melacak bukti fosil burung. Mereka kemudian membandingkan bentuk tengkorak dan juga isi perut burung tersebut.
Hasilnya menakjubkan, Jeholornis kemungkinan telah berperan besar dalam menyebarkan tanaman yang mendominasi dunia saat ini.
Jingmai O’Connor, rekan penulis studi dan kurator reptil fosil di Field Museum, Chicago mengatakan bahwa ini menjadi bukti tertua dari pemakan buah di Bumi.
Baca Juga: Hewan yang Bisa Mendengar Bunyi Infrasonik Apa Saja? Ini Dia!
Apakah Juga Memakan Biji-bijian?
Fosil Jeholornis burung pemakan buah ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 2002. Terdapat puing-puing tanaman yang berserakan di sekitar fosil burung, terlihat seperti keluar dari rongga perutnya.
isi perut tersebut secara dangkal peneliti identifikasi sebagai biji, jadi orang akan berpendapat bahwa burung tersebut memakan biji selama hidupnya.
Namun demikian, 17 tahun setelahnya ilmuwan lain berpendapat bahwa hasil analisis menunjukkan burung purba tersebut tidak memakan biji, tetapi buah utuh.
Han Hu, seorang peneliti dari Universitas Oxford dan penulis pertama studi tersebut melakukan penelitian lanjutan antara dua hipotesis penting.
Hal itu karena konsumsi buah tersebut dapat menghasilkan mutualisme evolusioner, tapi tidak dengan konsumsi benih.
Memakan buah dan membuang bijinya dalam tinja dapat membantu tanaman menyebar dan juga berkembang. Itu akan berbeda apabila bijinya mereka cerna, sehingga tidak membantu tanaman menyebar.
Selanjutnya, untuk memecahkan misteri tersebut maka para peneliti memberikan lusinan spesimen burung purba Jeholornis di Museum Alam Tianyu Shandong China.
Pemindaian tengkorak Jeholornis mengungkapkan banyak fitur yang lebih mirip dengan dinosaurus daripada burung modern.
Namun, tengkoraknya memiliki beberapa ciri seperti yang ada pada burung saat ini.
Fitur tersebut berpotensi mengisyaratkan diet modern yang mencakup buah. Peneliti kemudian membandingkan dengan tengkorak burung modern dan melihat perut mereka sebagai petunjuk tambahan.
Baca Juga: Makhluk Terbesar di Bumi, Mamalia Ini Terancam Punah
Hasilnya, mereka memakan buah dan membuang bijinya dari tanaman induk untuk membantu tanaman menyebar lebih jauh.
Dengan begitu, Jeholornis menjadi burung pemakan buah paling tua dan pertama di Bumi. (R10/HR-Online)