Tata cara wukuf di Arafah juga menjadi salah satu bagian dari perintah haji. Seperti yang sudah kita ketahui juga bahwa wukuf di Arafah menjadi salah satu hal penting yang juga sekaligus rukun haji.
Untuk itu, hukum pelaksanaannya wajib mengerjakan bagi semua jamaah haji agar ibadah yang mereka lakukan tersebut sah dan diterima Allah.
Kemudian salah satu anjuran ketika melaksanakan Wukuf adalah hendaknya kita memperbanyak melakukan ibadah seperti halnya berdoa, dzikir, ataupun sholat.
Haji merupakan bagian dari rukun Islam yang ke-5. Hukumnya adalah wajib bagi mereka yang mampu.
Tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang belum pergi ke Baitullah karena banyaknya jumlah uang yang harus mereka keluarkan. Tapi sebenarnya hal tersebut tidak menjadi halangan.
Bukankah selalu ada cara bagi mereka yang mau berusaha? Beberapa orang juga beruntung saat ia sudah mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji karena terlalu lamanya antrean, kemudian Allah lebih sayang kepadanya dan mengambil nyawanya.
Orang tersebut sudah mempunyai niat haji tetapi karena sudah meninggal hajinya belum tertunaikan.
Tetapi pada dasarnya semua amal ibadah itu mempunyai syarat dan ketentuan yang berlaku supaya amalan tersebut Allah terima. Salah satunya dalam ibadah haji.
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa dalam hal itu ada rukun haji, syarat wajib haji, dan sunnah-sunnahnya.
Sebagai umat muslim, penting sekali kita mengetahui akan hal tersebut. Karena akan ada kesempatan bagi siapapun yang ingin melaksanakan ibadah haji.
baca juga: Menghajikan Orang yang Sudah Meninggal, Begini Hukum dan Niatnya
Tata Cara Wukuf di Arafah, Ketahuilah!
Perlu Anda ketahui bahwa seseorang yang melaksanakan ibadah haji itu hukumnya tidak sah apabila ia tidak melakukan wukuf. Oleh sebab itulah wukuf merupakan rukun dalam ibadah haji.
Mereka yang ingin melakukan wukuf biasanya hadir di Arafah berdasarkan dengan hadits riwayat nabi Muhammad SAW. Ia mengatakan bahwa haji itu wukuf di Arafah, apabila seorang tersebut mendapatkan wukuf ketika di bukit Arafah, maka ia mendapatkan haji.
Jadi bisa disimpulkan juga sah atau tidaknya, diterima atau tidaknya amalan haji itu ketika ia wukuf.
Wukuf sendiri berasal dari bahasa Arab yakni waqafa yang artinya adalah berhenti. Hingga pada akhirnya disebut sebagai wukuf yang mempunyai arti berdiam diri di Arafah saat setelah matahari tergelincir sampai dengan terbit fajar.
Bukan hanya berdiam diri tanpa tujuan. Melainkan mereka berdiam diri dengan memusatkan semua perhatiannya hanya kepada Allah SWT.
Seperti penjelasan semula yang mengatakan bahwa ketika Wukuf anjurannya adalah memperbanyak membaca dzikir, istighfar, sholawat, serta kalimat Toyibah.
Karena merupakan rukun haji jadi kita tidak boleh melakukan hal tersebut dengan sembarangan. Sebab, terdapat syarat yang harus terpenuhi saat seseorang itu ingin wukuf di Arafah.
Tahukah Anda apa saja syarat-syaratnya? Sebelum mengetahui bagaimana tata cara wukuf di Arafah, ketahuilah bahwa Imam SyafI’i menjelaskan bahwa syarat wukuf itu ia harus berada di Arafah, sudah memasuki waktunya untuk melaksanakan, berakal sehat, serta tidak mempunyai penyakit kejiwaan dan pastinya adalah Islam ataupun muslim.
baca juga: Aplikasi Panduan Haji Hadir untuk Memudahkan Calon Jemaah Haji
Waktu Pelaksanaannya
Bukan hanya harus mengetahui bagaimana cara yang baik dan benar yang sesuai dengan ajaran agama Islam wukuf itu dilakukan. Jika pada penjelasan sebelumnya bahwa Wukuf itu pelaksanaannya setelah tergelincirnya matahari pada tanggal sembilan Dzulhijjah sampai dengan terbitnya Fajar ketika tanggal 10 Dzulhijjah.
Berarti waktu pelaksanaan wukuf itu pada tanggal 9 sampai dengan tanggal 10. Lebih tepatnya tanggal 9 siang sampai waktu pagi tanggal 10 Dzulhijjah.
Tetapi dalam hal waktu pelaksanaannya ini Imam SyafI’i juga memberikan penjelasan ada yang sebagian jamaah melakukan pada siang hari, sebagian ada yang melakukan ketika malam hari. Mereka yang melakukan pada waktu tersebut akan mendapatkan pahala sunnah.
Namun, jika selesai kemudian meninggalkan sebelum terbenamnya matahari hukumnya adalah sah serta tidak wajib untuk membayar denda ataupun Dam.
baca juga: Macam-Macam Pelaksanaan Haji, Lengkap dengan Penjelasannya
Tata Caranya
Sebenarnya Tata caranya itu juga mudah. Bahkan semua orang bisa melakukannya.
Mereka para jamaah haji yang sudah berada di Arafah ketika matahari tergelincir atau pada pukul 12 siang tanggal 9 Dzulhijjah kemudian membaca doa. Setelah itu, mereka mengerjakan sholat Dzuhur dan Ashar dengan cara jamak takdim maupun menggabungkannya.
Ketika sholat tersebut di jamak taqdim, maka harus ada khotib yang memberikan khotbah untuk memberikan bimbingan mengenai wukuf tersebut.
Contohnya adalah seruan ataupun doa-doanya. Sama seperti halnya dengan berbuka puasa, tata cara wukuf di Arafah ini juga harus kita lakukan dengan segera setelah selesai melaksanakan sholat jamak takdim.
Amalan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi para jamaah haji ini bisa mereka lakukan dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri. Dalam rukun haji ini kita harus berdzikir, berdoa, dan melakukan amalan lainnya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sedangkan untuk doanya sendiri mempunyai arti, Wahai Allah hanya kepada Engkaulah aku menyembah, kepadaMu-lah aku berpegang teguh dan hanya kepadaMu kami menyerahkan diri.
Wahai Allah, jadikanlah aku di antara banyaknya orang yang hadir hari ini sebagai orang yang engkau banggakan di hadapan para malaikatMu. Sungguh hanya Engkau Allah Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
Sangat mudah bukan tata cara wukuf di Arafah beserta doanya. Ketahui sejak sekarang atau lebih banyaklah memperdalam ilmu agama Islam. (Muhafid/R6/HR-Online)