Sifat lensa objektif mikroskop tentu dengan lensa okulernya. Meski begitu, keduanya masih memiliki fungsi untuk melengkapi kerja mikroskop.
Baik lensa okuler dan objektif akan membantu mikroskop untuk melihat benda-benda kecil.
Melansir dari Encycopedia Britannica, mikroskop memiliki tujuan untuk mengumpulkan gelombang cahaya difraksi dan mengalahkannya hingga terjadi interferensi.
Alhasil, mikroskop akan menciptakan bayangan benda yang lebih besar dari ukuran aslinya, sehingga dapat manusia lihat dan amati dengan mata.
Baca Juga: Jarak dalam Fisika Secara Umum, Ini Rumus Beserta Contohnya
Apa Saja Sifat Lensa Objektif Mikroskop?
Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan mikroskop. Bahkan, benda ini sudah dapat Anda pelajari sejak bangku sekolah karena fungsinya yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan.
Fungsi dari mikroskop sendiri adalah untuk membantu melihat benda-benda kecil yang tidak bisa terlihat oleh mata.
Untuk dapat bekerja dengan baik, maka teleskop menggunakan dua jenis lensa, yaitu objektif dan juga okuler.
Melansir dari Lumen Learning, lensa objektif pada mikroskop berupa lensa cembung dengan jarak fokus yang lebih pendek dari lensa okuler.
Memiliki nama lensa objektif karena lensa ini akan berada di dekat dengan benda atau objek yang akan mikroskop teliti.
Dengan panjang fokus yang cukup pendek, hal itu membuat lensa obyektif membentuk bayangan benda lebih besar dan akan menjadi bayangan pertama yang terbentuk pada mikroskop.
Jadi, sifat yang lensa ini hasilkan sama dengan diperbesar, nyata, dan juga terbalik. Bayangan yang berhasil tertangkap oleh lensa objektif nantinya akan mereka teruskan untuk menuju ke lensa okuler.
Berbeda dengan sifat lensa objektif mikroskop yang nyata, lensa okuler justru memiliki sifat bayangan maya. Lensa okuler juga berada setelah lensa objektif.
Lensa okuler juga menjadi kunci dari penemuan mikroskop untuk pertama kalinya pada awal tahun 1600-an lalu. Bayangan yang terlihat pada lensa okuler akan sama dengan bayangan yang pengamat lihat saat menggunakan mikroskop.
Baca Juga: Contoh Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika, Berikut Ini Penjelasannya
Persamaan Perbesaran Lensa Objektif
Perbesaran pada lensa objektif akan selalu sama pada saat mata berakomodasi maksimum ataupun ketika mata tidak sedang berakomodasi.
Hal tersebut dapat terjadi karena penggunaan lensa objektif adalah membentuk bayangan objek asli, tidak berhubungan secara langsung dengan mata sang pengamat.
Dengan kata lain, perbesaran lensa objektif ini merupakan perbesaran pada lensa positif. Nah, pada lensa positif, persamaan yang akan terjadi:
Mob = h’ob / hib = I- s’ob / sob
Keterangan:
Mob merupakan lambang dari perbesaran lensa objektif.
s’ob berarti jarak bayangan bagi lensa objektif.
sob berarti jarak dari benda bagi lensa objektif.
h’ob merupakan tinggi dari bayangan.
hob artinya adalah tinggi benda.
Baca Juga: Sifat Gelombang Cahaya: Dispersi, Inteferensi, Difraksi, dan Polaris
Sifat lensa objektif mikroskop memang berbeda dari lensa okuler, tetapi tetap memiliki fungsi yang sama pentingnya.
Sebab, lensa objektif akan mengirimkan bayangan benda ke okuler sehingga dapat terlihat oleh peneliti.(R10/HR-Online)