Penyebab demam naik turun seringkali kurang dipahami oleh sebagian kalangan. Seperti yang kita tahu bahwa demam sering dialami pada saat tubuh sedang dalam keadaan tidak fit.
Perlu Anda tahu, sebenarnya demam bukanlah suatu penyakit. Akan tetapi, demam merupakan gejala adanya infeksi bakteri atau virus yang menyerang tubuh.
Seseorang dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.
Baca Juga: Gejala Demam Berdarah pada Orang Dewasa Jangan Abai, Kenali Fasenya
Mengetahui Penyebab Demam Naik Turun
Seringkali, seseorang akan mengalami demam secara fluktuatif. Hari ini timbul demam, keesokan harinya reda, atau bisa juga berlangsung hingga berhari-hari.
Bahkan, apabila demam naik turun pada anak akan lebih mengkhawatirkan. Hal ini tentu sering membuat para orang tua panik.
Apabila seorang anak mengalami demam naik turun dalam jangka waktu yang cukup lama, segera periksa langsung ke dokter untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.
Adapun beberapa faktor yang dapat menjadi sebab dari kondisi demam yang naik turun antara lain:
Baca Juga: Demam Berdarah Pada Anak, Fase, Gejala dan Penanganannya yang Tepat
Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti
Aedes Aegypti adalah salah satu jenis nyamuk yang dapat membuat seseorang terserang demam berdarah. Ini dapat menjadi faktor utama seseorang mengalami demam naik turun.
Akan tetapi tidak semua demam naik turun itu adalah sebagai gejala DB.
Suhu demam tinggi pada pasien DB bisa mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Selain demam tinggi, gejala DB lainnya adalah munculnya bintik merah, sakit kepala, muntah, mual, kelelahan, menggigil, hingga sakit kepala.
Serangan Bakteri Salmonella Typhi
Penyebab demam naik turun selanjutnya adalah adanya serangan bakteri salmonella typhi atau yang lebih familiar dengan penyakit tifus. Para pasien tifus akan mengalami demam tinggi mencapai 39 hingga 40 derajat Celcius.
Pola demam tifus tidak dapat kita prediksi karena sering naik turun tidak menentu. Pada anak-anak yang terserang penyakit tifus akan merasakan demam pada siang hari dan normal pada sore hari atau sebaliknya.
Baca Juga: Demam Saat Hamil, Begini Cara Mengatasinya yang Mudah
Malaria
Ternyata penyakit malaria dapat menjadi salah satu penyebab dari kondisi demam yang naik turun pada seseorang. Berdasarkan sejumlah sumber menyebutkan bahwa malaria dapat terjadi oleh infeksi parasit plasmodium pada sel darah merah.
Demam menjadi salah satu gejala pada penyakit ini. Di Indonesia sendiri, malaria masih menjadi salah satu jenis penyakit endemis untuk beberapa wilayah.
Malaria pada ibu hamil akan memiliki risiko yang tinggi untuk perkembangan janin.
Gejala awal pada penyakit ini berupa flu yang meliputi demam tinggi, kelelahan, nyeri pada otot, hingga panas dingin pada tubuh. Pasien malaria juga dapat mengalami sakit kepala, menggigil, mual, dan lain sebagainya.
Penyakit lain seperti hepatitis hingga meningitis juga dapat menjadi penyebab demam naik turun.
Dengan demikian, jika kondisi ini terjadi pada Anda atau orang terdekat Anda, sebaiknya jangan sepelekan. Sehingga akan lebih cepat memperoleh penanganan lebih cepat dan menghindari kemungkinan terburuk. (R10/HR-Online)