Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebagai upaya percepatan penurunan Stunting, Puskesmas Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melakukan deklarasi inovasi mencegah stunting melalui Gematur, Inisasi E, Bugiza, Pokmas Pejam dan Aliran (MENYETING GIGI EMAS).
Kepala Puskesmas Cigugur Nana Sutisna mengatakan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Ciri-ciri stunting terlihat dari tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang kesehatan.
“Biasanya stunting ditandai dengan tinggi badan yang di bawah standar,” katanya, Senin (25/07/2022).
Salah satu penyebabnya menurut Sutisna adalah sistem pengasuhan anak yang kurang baik. Hal itu karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan serta saat melahirkan.
“Sebanyak 60 persen anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif. Terbatasnya layanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan. Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi dan kurangnya akses rumah tangga atau keluarga terhadap makanan bergizi,” jelasnya.
Baca Juga: Tinggalkan Duka dan Trauma, Warga Pangandaran Kenang Bencana Tsunami 16 Tahun Lalu
Nana berharap melalui program Menyeting Gigi Emas bisa mempercepat penurunan stunting dengan mengajak keluarga agar berperan dalam memberikan ASI eksklusif (Inisiasi E).
Selanjutnya memberikan solusi kepada masyarakat yang belum mempunyai jamban (Pokmas Pejam).
Cara berikutnya adalah dengan memberikan edukasi tentang makanan yang sehat (Gemalur). Lalu menggalang dana untuk mengatasi permasalahan gizi di desa (Bugiza) dan mencegah angka kematian ibu dan BBLR (Aliran).
“Dengan begitu maka angka gizi buruk dan stunting akan semakin berkurang. Kemudian diharapkan ke depannya tidak ada lagi yang mengalami stunting alias Zero stunting,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)